AS Punya Kepentingan Abadi di Asia Pasifik

0
127

Nusantara.news, Tokyo – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Ash Carter menegaskan Amerika memiliki kepentingan abadi di wilayah Asia Pasifik. Hal ini dikemukakan Carter saat menunjungi negara sekutunya, Jepang pada Rabu, 7 Desember 2016.

Carter berada di Jepang sebagai usaha meredakan kegelisahan negara matahari terbit itu diakibatkan kemenangan Donald Trump, yang meminta para sekutu Amerika membayar kehadiran pasukan AS atau menghadapi penarikan pasukan.

Pemerintahan Barrack Obama bakal segera berakhir, yaitu pada Januari 2017. Meski begitu persekutuan Asia-Amerika tetap menjadi prioritas utama pemerintahan Obama. Sementara, detil pendeketan Trump pada regional tersebut dinilai masih kurang, namun Trump ingin melihat sekutu utama Amerika seperti Jepang menanggung pembagian pendanaan yang lebih besar.

“Amerika Serikat memiliki kepentingan besar di kawasan ini (Asia-red), oleh karena banyak dari kepentingan tersebut berbagi bersama Jepang, kita memiliki kepentingan yang serupa dalam memperkuat kemampuan aliansi,” demikian ungkap Carter di hadapan media di Jepang.

Carter mengatakan dirinya tidak mewakili pemerintahan Trump pada masa mendatang tapi dia mengenal dan menghormati James Mattis, purnawirawan Jenderal Marinir, yang menjadi kandidat bagi Trump untuk memimpin Pentagon pada pergantian pemerintahan yang akan resmi dilakukan pada Januari 2017.

“Saya bersedia menyerahkan tanggung jawab di Departemen Pertahanan sehingga pengganti saya bisa menjalankan tugas dengan lancar,” ujar Carter.

Dalam akhir wawancaranya Carter kembali menegaskan bahwa kepentingan Amerika di wilayah ini tetap akan berjalan dan sekutu AS akan memberikan banyak keuntungan bagi kedua negara.

Dalam kekhawatiran mengenai bangkitnya Cina, yang belakangan terus melakukan tindakan agresif di Laut Cina Selatan dan Timur sehingga memicu konflik perbatasan dengan beberapa negara di kawasan, Carter mengatakan bahwa Washington dan Tokyo masih memiliki persamaan kepentingan dan nilai-nilai.

“Hal ini sangat penting untuk tetap bersama pada hal-hal seperti kebebasan navigasi di regional ini dan kebebasan dari paksaan, ini merupakan area yang kita bagi juga dalam pandangan kami,” jelas Carter.

Setelah Jepang, Carter menuju India, dengan negeri itu AS telah mencapai kesepakatan perihal pangkalan militer masing-masing. Keduanya juga telah bekerja sama dalam proyek Kapal Induk India. (berbagai sumber)

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here