Atasi Kepadatan Arus Kapal, Syahbandar Tanjung Perak Usulkan Pengerukan

0
146
Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya

Nusantara.news, Surabaya – Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) semakin padat, karena menjadi satu-satunya jalur hilir-mudik dan akses utama lalu lintas kapal dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya mencatat, sedikitnya 50 unit kapal yang keluar masuk kolam Pelabuhan Tanjung Perak melalui APBS.

Guna mengatasi itu, Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya meminta untuk dilakukan pengerukan di Alur Pelayaran Timur Surabaya (APTS) ke Pemerintah Pusat. Upaya tersebut merupakan alternatif mengatasi alur yang semakin padat dan dapat membahayakan keselamatan pelayaran.

“Dari catatan yang ada, sedikitnya 50 unit kapal yang keluar masuk di kolam Pelabuhan Tanjung Perak melalui Alur Pelayaran Barat Surabaya,” ujar Kepala Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya Hari Setyobudi, Sabtu (15/4/2017).

Hari menambahkan, per bulan ada sedikitnya 1.500 unit kapal yang melintas di APBS.  “Jadi, betapa riskannya jika terjadi sesuatu yang membahayakan di Alur Pelayaran Barat Surabaya,” tambahnya.

APBS menjadi satu-satunya akses keluar dan masuk kapal. Kesyahbandaran pun khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di alur lalu lintas kapal tersebut. Jika itu terjadi, kepentingan perniagaan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dipastikan akan terganggu. Perlunya jalur lalu lintas alternatif adalah solusi mengurai kepadatan lalu lintas kapal, dengan membuka APTS.

“Kita perlu membuka Alur Pelayaran Timur Surabaya. Itu sebagai alur keluar masuk kapal ke Pelabuhan Tanjung Perak guna mengurangi kepadatan di Alur Pelayaran Barat Surabaya,” jelas Hari.

Disebutkan, pembukaan APTS untuk menjadi tandem APBS yang harus merujuk pada kebijakan Pemerintah Pusat. Pengajuan permohonan pembukaan APTS dinilai sebagai langkah penting.

Untuk keperluan itu, Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak telah merangkul semua pemangku wilayah terkait perlunya dibuka APTS. Salah satunya adalah PT Pelabuhan Indonesia III sebagai pengelola Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Setelah itu kita ajukan permohonan pengerukan Alur Pelayaran Timur Surabaya ke Pemerintah Pusat. Harapannya, pengerukan itu bisa mengurangi kepadatan di Alur Pelayaran Barat Surabaya,” katanya.

Kelancaran alur perairan termasuk APBS di kolam Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menjadi salah satu tulang punggung kelancaran distribusi barang dan jasa ke berbagai wilayah di Indonesia. Jika tersendat, maka dipastikan semua jalur dari dan ke Pelabuhan Tanjung Perak ikut terhambat. Oleh karenanya, diperlukan sebuah terobosan baru untuk mengatasi kepadatan arus. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here