Aura Dendam Iringi Langkah Khofifah Menapak Jatim Satu

1
5321
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa

Nusantara.news, Jakarta – Dari empat kriteria kepemimpinan versi Pakar Politik Unair Airlangga Pribadi, nama Khofifah Indar Parawansa yang disebut yang paling lengkap.

Wajar apabila Khofifah memiliki dendam politik merebut Jatim Satu. Setelah dua kali gagal dalam kekalahan yang kontroversial, tahun 2018 nanti adalah momentum yang pas bagi Khofifah menuntaskan dendam politiknya. Peluang itu kini terbuka lebar untuknya.

Terlebih, Airlangga yang juga pakar politik dari Universitas Airlangga (Unair) ini menyebutkan dari empat kriteria calon Gubernur Jatim, semuanya ada nama Khofifah. Diantaranya kriteria menyangkut Integrity (Integritas) terhadap sikap anti korupsi, anti politik uang dan berani melakukan kontrak politik.

Empat kriteria yang dimaksud CEO CEO Initiative Institute itu adalah Opinion Leader, Problem Solver, Solidarity Maker dan Politcal Capital. Dari keempat kriteria yang diungkap Airlangga dalam acara Launcing Literasi Sosial, Kebhinnekaan dan Diskusi Kriteria Pemimpin Jawa Timur di Kafe Lodjie Besar Surabaya, Rabu (1/3/), Khofifah tampak unggul atas pesaingnya.

“Opinion leader untuk integritas, semua calon memilikinya. Baik itu Gus Ipul (Wagub Jatim Saifullah Yusuf), Khofifah, Tri Rismaharini (Walikota Surabaya) dan Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi),” terang Airlangga.

Sedangkan untuk kritera mengatasi masalah (problem solver), muncul nama Tri Rismaharini, Khofifah Indar Parawansa dan Azwar Anas. Untuk kriteria Solidarity Maker, muncul lagi nama Khofifah dan Saifullah Yusuf.

Nama Ketua Umum PP Muslimat NU ini kembali disebut saat Airlangga memberikan penilaian tentang kriteria pemimpin Political Capital. “Untuk kriteria Pemimpin dengan Political Capital atau kekuatan dalam politik di Jatim terlihat pada sosok Khofifah, Tri Risma dan Saifullah Yusuf,” terangnya.

Pokoknya, diantara nama-nama yang muncul, Khofifah paling top. Mengungguli Gus Ipul yang meskipun petahana namun justru kalah dalam hal politcal capital dibandingan dengan Khofifah dan Tri Rismaharini.

“Khofifah memiliki political capital yang tinggi karena ikut membantu dalam pemenangan Pilpres Jokowi. Karena jasa-sajanya itu Khofifah menjadi satu diantara menteri andalan Presiden Jokowi. Selain itu, Khofifah juga memiliki hubungan politik yang baik dengan NasDem,” jelas Airlangga.

Pesaing Khofifah untuk political capital, sebut Airlangga, adalah Tri Rismaharini yang memiliki kedekatan dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Sosok ini kerap dijadikan juru kampanye nasional PDI-P.

Nah, dalam hal Capital Politic, sebut Airlangga, Gus Ipul paling lemah karena belum memiliki basis partai untuk running Pilgub Jatim 2018. Padahal sebagai petahana harusnya punya perhatian lebih soal ini.

“Tapi dia brilian dalam hal solidarity maker sehingga saya optimis Gus Ipul bakal memiliki kendaraan politik untuk maju di Pilgub,” puji Airlangga.

Dengan keunggulan yang dimiliki Khofifah tidak mengherankan apabila sejumlah partai politik dikabarkan merapat, termasuk Partai Golkar yang baru saja menang telak pada Pilkada Serentak 2017 untuk Wilayah Jawa Tengah. Selain menang di Jawa Tengah, Partai Beringin juga menang di Jawa Barat dan Banten.

“Jadi belum sempurna kemenangan itu kalau bekum memenangkan Pilkada Gubernur Jatim,” cetus seorang petinggi Partai Golkar yang enggan disebutkan namanya sebelum menjadi keputusan partai.

Apakah dengan demikian aura dendam politik Khofifah akan terbalas pada 2018 nanti? Sabar. Tunggu perkembangannya.[]

1 KOMENTAR

  1. Saya kurang tahu karakteristik Jatim, tapi Khofifah kayaknya lebih terampil di kabinet ya … Ini melihat kinerjanya yg cepat tanggap dan tangkas dlm mengatasi masalah di departemennya …

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here