Aura Mega, SBY dan Prabowo Panaskan Pilgub Jatim 2018

0
519

Nusantara.news, Surabaya – Siapa ‘King Maker’ dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018? Kita sudah mengenal sosok Megawati (PDIP), Susilo Bambang Yudhoyono (Partai Demokrat) bahkan Prabowo Subiyanto (Gerindra). Tak heran jika Pilgub Jatim 2018 diprediksi bakal memanas.

Seperti halnya DKI Jakarta, Jatim adalah provinsi yang sangat seksi. Siapa pun kandidat yang bertarung memerlukan energi yang lebih untuk menang. Apalagi, rivalitas Mega, SBY dan Prabowo tampaknya akan terus berlanjut hingga 2019. Apalagi ketiganya kini menjadi ketua umum partai politik papan atas.

Dinamika politik di Jawa Timur diyakini akan semakin menambah sengit persaingan ketiga partai untuk mengusung bakal calon masing-masing. Biar bagaimana, Jatim adalah barometer kekuatan dari ketiga parpol besar itu untuk memenangkan pemilu legislatif (Pileg) dan pemilu presiden (Pilpres) 2019 nanti.

Rivalitas ketiganya memang belum tuntas. SBY dan Prabowo, kendati keduanya cenderung di luar pemerintahan Jokowi-JK, namun belum mampu membangun kerja sama politik yang solid. Buktinya, saat Pilkada DKI, ketika SBY menyodorkan nama anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono, Prabowo enggan bergabung ke koalisi bentukan Demokrat.

Tak bisa dipungkiri peta persaingan kandidat calon Gubernur Jawa Timur 2018 sampai dengan Januari 2017 mengerucut dua nama saja, Gus Ipul dan Khofiah. Bagaimana peran partai-partai besar dalam Pilgub Jatim 2018? Bisa jadi ajang persaingan Partai Demokrat lawan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Kedekatan Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul dengan Partai Demokrat sudah tak diragukan lagi, sosok Gubernur Jatim Soekarwo lah yang membuat Ipul ingin maju dalam Pilgub Jatim 2018. Kehadiran Ipul saat pelantikan Pengurus DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Demokrat, Minggu (8/1/2017) di Jatim Expo kemarin adalah bukti Demokrat akan dukung Gus Ipul di Pilgub Jatim.

Sementara untuk koalisi partai pendukung Gus Ipul kemungkinan besar akan datang dari PKB, seiring dengan kedekatan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskadar dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Terpisah, Ketua Umum Partai Demokrat Jawa Timur sekaligus Gubernur Jawa Timur Soekarwo masih belum memberikan sinyal kuat keterbukaannya arah dukungan dalam Pilgub Jawa Timur 2018. Namun, Karwo tak mengelak ada beberapa tokoh kuat untuk menuju Grahadi 1 seperti Gus Ipul, Khofifah bahkan Anggota DPR RI Hasan Aminudin.

Dari kalangan anggota Demokrat Jawa Timur sudah banyak yang memberikan bocoran soal arah dukungan partai berlambang Mercy ini, bahkan nama Gus Ipul paling santer dibicarakan di internal partai.

Bagaimana dengan Khofifah? Sumber di Kemendagri, Presiden Jokowi nampaknya paham betul dengan peta politik di Jawa Timur yang dikenal dengan “Bangjo atau Jobang (Abang Ijo atau Ijo Abang).

Nah, perseteruan Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono dalam dinamika politik Indonesia tentu bukan rahasia umum lagi, kemungkinan besar Jokowi akan mendorong Khofifah untuk melawan Gus Ipul. Jokowi sendiri ingin maju di Pilpres 2019 dan ingin mengamankan suara Jatim.

Sementara Khofifah Indarparawansa, meski tak mempunyai lumbung suara layakya Gus Ipul, namun sosok Menteri Sosial ini memiliki jaringan kuat hampir di seluruh wilayah Jatim yaitu melalui organisasi Muslimat NU. Tentu persaingan sosok NU ini menarik untuk disimak duel Gus Ipul vs Khofifah.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Litbang IKA PMII Jatim melalui perspektif netizen di kalangan anggota sendiri berafiliasi NU menyebutkan, ada empat tokoh alumni PMII dianggap layak namun dukungannya masih rendah. Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar (1,0%), Menpora RI Imam Nahrawi (1,6 %), Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar (8,5%) dan Mensos RI Khofifah Indar Parawansa (10,8 %).

“Sebaliknya, kader NU yang bukan IKA PMII Jatim juastru mendapat dukungan yang signifikan. Gus Ipul mendapat (26,5%), Abdullah Azwar Anas (14,4%) dan Hasan Aminudin (7,5%),” jelas Ketua Litbang IKA PMII Jatim Sunan Fanani kepada wartawan.

Artinya netizen masih lebih menghendaki kader NU daripada IKA PMII sehingga peluang Gus Ipul lebih besar. Namun Khofifah bisa menjadi batu sandungan jika bisa menyakinkan maasa NU, bisa jadi peluang Gus Ipul vs Khofifah akan menjadi pemecah suara NU di Jatim.

Fanani juga menambahkan, pihaknya sengaja membagi netizen dalam lima wilayah, untuk memudahkan tingkat kepuasan kepemimpinan di Jatim antara lain Tapal Kuda, Metropolis, Madura, Pantura dan Mataraman. “Wilayah Pantura kurang puas dengan kepemimpinan saat ini, banyak permasalahan yang terjadi sehingga mereka menginginkan seorang pemimpin yang problem solving. Sedangkan Madura menghendaki pemimpin yang tegas,” tambahnya.

Sementara Ridwan Hisjam, Anggota Komisi X DPR RI merasa optimis bahwa Gus Ipul dan Khofifah akan bersaing ketat di Pilgub Jatim 2018. “Gus Ipul dan Khofifah kandidat kuat di Pilgub Jatim 2018. Tapi jangan dilupakan bahwa PDIP juga punya jagoan yaitu Walikota Risma,” jelasnya kepad Nusantara.news, Sabtu (14/1/2017). []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here