Awas, Ada 700 Titik Jalan Rusak di Surabaya

0
245

Nusantara.news, Surabaya – DPRD Surabaya mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk segera memperbaiki jalan kota yang rusak demi kepentingan warga kota Pahlawan. Dari data Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPU-BMP) ada sekitar 700 titik lebih jalan di Surabaya mengalami kerusakan berat.

Curah hujan dengan intensitas tinggi memuat jalan di Surabaya mengalami kerusakan parah, namun cuaca buruk bukan menjadi alasan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memperbaikinya.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya Mohammad Mahmud berharap Pemkot Surabaya segera mencari solusi terbaik dengan cara memperbaiki jalan kota yang rusak. Menurutnya, Pemkot jangan hanya bisa menambal sulam saja, namun harus bisa mencarikan solusi agar titik-titik kerusakan tidak semakin parah yang bisa merugikan warga kota.

“Sudah banyak laporan warga terkait jalan kota yang rusak parah. Bahkan jalan yang dikeluhkan warga itu bukan cuma rusak, tapi hancur. Seperti zaman belum merdeka saja ketika kita lewat jalan rusak,” kata Machmud, Kamis (23/3/2017).

Soal data DPU-BMP Surabaya yang menyatakan jalan rusak di kisaran 700 titik, menurut Politisi asal Demokrat ini bahwa data itu masih terus berkembang seiring hujan deras yang kerap mengguyur Kota Pahlawan.

“Hujan disusul banjir menyebabkan jalan mudah terkelupas dan rusak. Sehingga jalan rusak kenyataannya bisa jadi lebih banyak. Belum lagi jalan yang ada di gang-gang, menurut Machmud, dapat menambah data jalan rusak di Surabaya. Dia juga mengeluhkan, jalan yang rusak itu dapat merusak motor dan mobil,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan anggota Komisi C lainnya Vinsensius Awey. Politisi Partai Nasdem ini berharap Pemkot Surabaya tidak tanggung-tanggung dalam melakukan perbaikan jalan. Sebab, perbaikan dengan cara tambal sulam kurang efektif dan tidak tahan lama. Oleh karena itu, ujarnya, proses perbaikan jalan dilakukan secara total.

“Misalnya, dengan melakukan pengaspalan secara merata. Kalau seperti itu kan jalan jadi lebih bagus dan tahan lama. Kalau tambal sulam, setiap musim hujan jalan pasti rusak lagi. Sedangkan untuk jalan yang rusak cukup berat, Pemkot harus melakukan pengecoran agar lebih kuat dan tak mudah rusak,” ungkapnya.

Dihubungi di tempat terpisah, Kabid Jalan dan Jembatan DPU-BMP Kota Surabaya, Ganjar Pramono mengatakan, jalan yang rusak itu dipicu curah hujan yang tinggi. Terlebih selama bulan Februari lalu, yang merupakan puncak musim hujan. Januari–Maret ada sekitar 756 titik jalan kota rusak, tim Satgas Perbaikan Jalan dari DPUBMP sudah melakukan perbaikan sejak Februari lalu.

“Perbaikan dilakukan dengan proses tambal sulam menggunakan aspal hot rolled sheet (HRS). Namun, intensitas hujan yang tinggi membuat proses tambal sulam terhambat. Meski demikian, kami sudah memperbaiki sekitar 60 persen jalan rusak tersebut. Sisanya akan segera diselesaikan,” tegasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here