Awas Senpi Ilegal Kembali Marak

1
84

Nusantara.news, Jakarta – Aksi penembakan di Mandalay Bay, Las Vegas, Amerika Serikat yang diduga dilakukan oleh Stephen Paddock pada Senin (2/10/2017) mengguncang publik. Pelaku menggunakan senjata otomatis memberondong massa yang sedang menyaksikan konser musik, akibatnya 58 orang tewas dan 400 ratus lainnya luka-luka.

Menyaksikan aksi teror di Las Vegas itu membuat publik tersadar betapa berbahayanya sebuah senjata berada di tangan orang yang tidak tepat. Sejatinya, penggunaan senjata api atau senpi hanya diperuntukkan bagi aparat militer untuk perang dan petugas kepolisian untuk melumpuhkan penjahat.

Mengingat berbahayanya penyalahgunaan senpi, tak heran jika publik Tanah Air juga sempat dibuat heboh dengan informasi yang diiperoleh melalui sosial media berisi rekaman pidato Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo dalam silaturahmi TNI dengan purnawirawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Jumat (22/9/2017) tentang adanya rencana pembelian 5.000 senpi ilegal oleh institusi non-militer.

Terbayang bila ribuan senpi serbu yang diinformasikan Panglima TNI itu beredar dan digunakan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab. Tidak mustahil, aksi penembakan massal melebihi peristiwa di Las Vegas, AS itu akan terjadi di Tanah Air. Atau mungkin juga akan muncul gerakan bersenjata yang mengganggu keamanan dan stabilitas negara. Beruntung, Panglima TNI menginformasikan hal itu dan kini masyarakat berharap semoga masalah itu bisa diatasi aparat terkait.

Soal penggunaan senpi ilegal di Tanah Air sebenarnya sudah sering diberitakan media massa. Di tengah upaya pengawasan ketat yang dilakukan pihak kepolisian khususnya oleh Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri, penggunaan senpi ilegal seakan tak pernah berhenti.

 

Senpi Ilegal Tak Pernah Sepi

Dalam catatan nusantara.news, di tahun 2017 ini, aparat Polda Metro Jaya paling tidak dua kali membongkar perdagangan senpi. Yakni, pada Selasa (30/5/2017), petugas menangkap lelaki inisial RS alias Boy (31) penjual senpi ilegal di rumah kosnya di Jalan Srikaya 2 RT 02/03, Bojong Menteng, Rawalumbu, Kota Bekasi. Awalnya, polisi menerima informasi akan ada pengiriman senjata api dan amunisi melalui paket pos  yang seolah-olah onderdil kendaraan di Tambun, Kabupaten Bekasi.

Setelah paket dibuka, ternyata benar paket berisi satu senpi revolver 38 special dengan enam butir peluru aktif dan satu pucuk pen gun call 22 berikut enam butir peluru. Selain itu, polisi juga menyita 30 butir peluru aktif cal 38 spc, dan 50 butir peluru aktif cal 32 mm,.

Boy mengaku senpi itu dari D warga  Cipacing, Bandung. Ia juga mengaku sudah puluhan kali menjual senpi berbagai jenis dan merek ke beberapa daerah. Tersangka mengiklankan senpi melalui akun Facebook miliknya.

Lalu pada Kamis (26/7/2017), petugas Polres Tangerang juga membongkar perdagangan senpi ilegal di Kota Tangerang. Setelah menciduk seorang warga berinisial JA,di Buaran, Kota Tangerang, petugas melakukan pengembangan. Hasilnya, petugas juga meringkus Iwan yang selama ini merakit dan membuat senpi ilegal di rumahnya di kawasan Bogor. Senpi ilegal itu dijual seharga Rp 1 – Rp 5 juta per pucuk. Untuk meyakinkan calon pembelinya, Iwan menawarkan senpinya dengan “menjual” nama Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin).

Selain itu, polisi juga menangkap Edy yang juga mahir membuat senpi dengan memodifikasi airsoft gun. Edy mampu mengubah senapan angin jadi senpi laras panjang, dan airsoft gun menjadi senpi laras pendek jenis revolver dan FN.  Dari tangan Edy, petugas menyita semua senpi hasil rakitan, beberapa butir peluru tajam, alat pembuat senjata api seperti bor, obeng, pipa besi, hingga paku baja.

Kesuksesan aparat membongkar kasus peredaran senpi ilegal tersebut juga diirngi dengan meningkatnya aksi kejahatan menggunakan senpi. Masih di tahun 2017 ini, ada dua peristiwa perampokan bersenjata yang menggemparkan, yakni pada Jumat (9/6/2017), perampokan di SPBU Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat yang mengakibatkan tewasnya korban Davidson Tantono (30) yang baru saja mengambil uang di bank.

Lalu pada Senin (12/6/2017), korban bernama  Italia Chandra Kirana Putri (22), warga Perumahan Bugel Indah, Karawaci, Kota Tangerang.  Korban tewas ditembak di depan rumahnya oleh pelaku yang hendak mencuri motornya.

Dua kasus perdagangan senpi ilegal yang dibongkar jajaran Polda Metro Jaya itu, kemungkinan hanya sebagian kecil dari kasus serupa yang belum terbongkar. Lantas bagaimana dengan yang belum terbongkar, seperti institusi non-militer yang hendak membeli senjata tempur?

Ini termasuk pekerjaan rumah berat bagi Polri dan instansi lain yang terkait untuk terus melakukan pengawasan senpi. Publik berharap agar kasus perdagangan dan penggunaan senpi ilegal yang mengancam keamanan bahkan jiwa manusia bisa diatasi sebelum terlambat.

 

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here