Awasi, Kandidat Pakai Fasilitas Negara untuk Pilkada

0
109
"Gubernur Jatim Soekarwo ingatkan agar para bakal calon yang maju di pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018, untuk tidak menggunakan fasilitas negara" (Foto: Tudji)

Nusantara.news, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengingatkan agar para bakal calon yang maju di pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018, untuk tidak menggunakan fasilitas negara. Pakde Karwo -panggilan akrab Soekarwo- itu juga menegaskan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga memberikan perhatian serius terkait itu (penggunaan fasilitas negara), utamanya yang sangat memungkinkan dilakukan oleh incumbent.

“Jangan sampai itu dilakukan (penggunaan fasilitas negara), karena selain KPK telah memberi perhatian serius soal itu, rakyat juga melihat. KPK berpesan, petahana harus dikontrol karena cenderung menggunakan fasilitas negara,” tegas Gubernur Jatim, Soekarwo, Rabu (7/2/2018).

Pakde Karwo kemudian melontarkan harapannya, agar para bakal calon yang maju pemilihan kepala daerah khususnya petahana, untuk sadar dan legowo tidak memakai fasilitas negara saat melakukan kegiatan dan sosialisasi ke masyarakat.

“Pesan dan indikasi yang diberikan oleh KPK harus dicermati. Mestinya fasilitas negara tidak digunakan jauh-jauh hari, bukan hanya setelah pendaftaran,” tegas Gubernur Jatim, dua periode ini.

Pakde Karwo yang juga sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jatim menyebut, di Jatim lebih dari separuh bakal calon yang maju kembali mengikuti pemilihan kepala daerah, adalah incumbent alias petahana yang sebelumnya menjabat di daerah tersebut.

Itu, patut menjadi perhatian, baik oleh KPK, masyarakat juga LSM untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan jabatan, wewenang dan fasilitas negara yang tidak semestinya digunakan oleh petahana. Fasilitas itu bisa berupa kendaraan, ruangan atau tempat yang dipakai menggelar acara sosialisasi, perkenalan, silaturrahim atau lainnnya. Termasuk mengajak ajudan yang selalu menempel kemana pun pejabat itu pergi dan secara otomatis menggunakan fasilitas negara.

Baca juga: Berebut Kiai Sepuh di Pilgub Jatim, Siapa Unggul?

Soal itu pengamat politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Airlangga Pribadi mendukung ketegasan Gubernur Jatim Soekarwo yang meminta calon dari petahana untuk tidak main-main dengan fasilitas negara.

“Penegasan Pakde Karwo patut menjadi perhatian oleh semua pihak. Dan masyarakat, LSM juga harus ikut memantau pelaksanaan Pilkada serta kegiatan para kandidat, khususnya mereka yang petahana,” terang Airlangga.

Fasilitas publik, yang biasanya kerap dipakai untuk gelaran acara dihadiri petahana, juga menjadi bagian hak rakyat karena itu bentuk pelayanan negara. Tempat-tempat atau fasilitas umum itu selayaknya tidak dipakai untuk kepentingan kegiatan seorang bakal calon melakukan penggalangan simpatik, untuk politik dan unuk kepentingan mendulang suara di Pilkada.

“Termasuk kasus yang terjadi di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, itu menjadi salah satu bukti, seorang incumbent memanfaatkan fasilitas negara,” tegasnya.

Mengacu peristiwa di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, yang saat itu dilakukan pembuatan video klip oleh pedangdut Via Vallen untuk kepentingan kampanye pasangan bakal calon Saifullah Yusuf-Puti Guntur, tidak boleh terulang. Panwaslu harus memberikan tindakan terkait pelanggaran yang terjadi. Selain itu, masyarakat juga harus ikut mengawasi agar tidak ada lagi penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan politik bakal calon.

“Kegiatan politik tidak diperkenankan menggunakan fasilitas negara dan itu ( yang di Pendopo Kabupaten Sidoarjo) menyalahi aturan,” terang Komisioner Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi.

Mahar Politik Picu Nafsu Korupsi

Selain mengawasi potensi terjadinya penyimpangan penggunaan fasilitas negara, semua pihak juga masyarakat harus ikut melakukan pengawasan terhadap kemungkinan praktik mahar politik oleh para kandidat bakal calon. Sebab seorang bakal calon yang diusung dengan mahar politik dari pihak-pihak tertentu, akan berpotensi terjadinya korupsi setelah memimpin. Itu pasti akan terjadi, karena untuk mengembalikan biaya mahar dan biaya lain-lain yang telah dikeluarkan dalam proses meraih jabatan di pemilihan kepala daerah. Kualitas calon yang diusung karena mahar, biasanya juga lebih rendah ketimbang calon yang diusung tanpa mahar.

Gerilya Para Bakal Calon di Pilgub Jatim 

Misalnya, Saifullah Yusuf yang hari ini bertemu pengusaha, di acara yang digelar di Gedung Srijaya, Surabaya itu Gus Ipul sapaan Saifullah Yusuf mengajak para pengusaha untuk berkolaborasi memajukan Provinsi Jatim.

Di acara itu, Gus Ipul diundang oleh para pengusaha dari kalangan milenial dalam acara yang dikemas Kopi Darat Bareng Gus Ipul, yang mengangkat tema “Harmoni dalam Keberagaman”, Kamia (8/2/2018).

“Salah satu pekerjaan rumah para pengusaha milenial adalah mencari terobosan-terobosan kekinian. Jalan keluar dari kebuntuan masalah-masalah kemiskinan dan pengangguran”

Di acara itu, Gus Ipul didaulat menjadi pembicara utama di acara yang digelar oleh Junior Chamber International (JCI) East Java. JCI adalah organisasi nasional beranggotakan 3 ribu orang milenial yang sebagian besar berprofesi pengusaha. Di Jatim, dari 150 anggota aktif, 75 persen lebih adalah pengusaha muda, berusia 20 hingga 30-an tahun. Mereka bergerak di berbagai sektor properti hingga industri kreatif.

“Semuanya masih sangat muda. Tapi kami ingin berkontribusi pada pemerintahan. Kami tawarkan kepada Gus Ipul. Apa yang bisa kami bantu untuk memajukan Jawa Timur?” ungkap Ariel Wibisono, Local President JCI East Java.

Masih kata Ariel, anggota JCI cukup banyak dan bergerak di berbagai sektor bisnis. Di sela kesibukan menjalankan roda usahanya, mereka ingin berkontribusi secara sosial. Termasuk membantu menyelesaikan persoalan misalnya kemiskinan, pengangguran, dan menggenjot pertumbuhan ekonomi.

“Kita ingin sinergikan program kita dengan pemerintah provinsi. Karena kami merasa ikut menanggung beban persoalan di Jawa Timur. Kami sebagai pengusaha muda tidak bisa berdiam diri,” katanya.

Ditambahkan, JCI memilih Gus Ipul sebagai pembicara utama karena sosoknya yang ramah dan sangat terbuka. Dia termasuk pemimpin yang mau mendengar rakyatnya.

Baca juga: Janji Calon Kepala Daerah, Catat dan Tagih Jika Ingkar

Saat itu Gus Ipul mengatakan Provinsi Jatim memiliki potensi yang cukup besar. Provinsi ini tak hanya menanggung beban pertumbuhan ekonomi dari warga Jatim sendiri. Tapi juga Indonesia timur. Sebab, perdagangan di kawasan tersebut menggantungkan diri pada performa ekonomi Jatim.

Jatim juga ikut menanggung suplai komoditas pertanian nasional. Mulai dari garam, gula, beras, daging, hingga susu. Hampir sekitar 40 persen kebutuhan nasional disuplai dari Jatim.

Dijelaskan, salah satu pekerjaan rumah para pengusaha milenial adalah mencari terobosan-terobosan kekinian. Jalan keluar dari kebuntuan masalah-masalah kemiskinan dan pengangguran.

Khofifah Dapat Dukungan Elemen Kompak

Sementara, Khofifah Indar Parawansa memilih menjabarkan sejumlah program untuk memajukan Provinsi Jatim. Misalnya soal pendidikan, pasangan yang diusung Partai Demokrat, Golkar, Hanura, Nasdem, PPP, PAN dan PKPI itu menyiapkan program beasiswa S2, bagi guru Madrasah Diniyah (Madin).

Khofifah Indar Parawansa memilih menjabarkan sejumlah program untuk memajukan Provinsi Jatim. Misalnya soal pendidikan,”

“Sekarang yang S1 sudah 10 ribu. Saya minta ke Pakde Karwo (Gubernur Jatim Soekarwo), saya akan bikin rengrengan, sudah harus disiapkan beasiswa S2 bagi guru Diniyah,” ujar Khofifah saat hadir di Silaturahim dengan Komunitas Pemilih Setia Khofifah (Kompak) di Kolam Pemancingan Desa Leran, Manyar, Gresik.

Selain beasiswa S2, bentuk lain dari kepedulian Khofifah untuk memajukan pendidikan diniyah termasuk ketawadukan kepada kiai, pasangan Khofifah-Emil juga memasukkan pendidikan vokasi ke dalam program prioritas, juga untuk Madrasah.

Itu, lanjut Khofifah, seperti yang dipesankan Pakde Karwo kepada dirinya saat bertemu di DPD Partai Demokrat Jatim. Yakni, Madrasah juga pesantren disiapkan pendidikan vokasi.

Pesan Pakde Karwo saat itu, titip kepada Khofifah agar pendidikan vokasi untuk Madrasah dan pesantren dijadikan pemetaan program prioritas, memadukan spiritul yang sudah baik dengan ketrampilan mumpuni.

Menanggapi itu, Koordinator Kompak, Entis Sutisna menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan kepedulian Khofifah. Menurutnya, bekal ketrampilan siswa-siswi Diniyah dan Madrasah sangat penting sebagai bekal terjun ke masyarakat. Tak lupa, lelaki itu juga mengungkapkan dukungannya kepada pasangan Khofifah-Emil menuju jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim.

“Kami mengundang masyarakat bawah, terutama untuk bisa semakin kenal dengan Bu Khofifah agar dukungan di Pilgub Jatim 2018 semakin tinggi. Nah untuk lebih memantapkan dukungan mereka perlu tahu visi dan misi beliau,” katanya.

Untuk diketahui, Kompak terdiri dari kelompok nelayan, petani tambak, paguyuban pekerja pantura, peguyuban tukang becak, pegiat pendidikan, kepala desa serta pengurus Muslimat NU.

Baca juga: Frekuensi Sudah Cocok, Soekarwo Total Dukung Khofifah-Emil

Dan ikut hadir di acara itu, sejumlah kiai di antaranya KH Romli dari Ponpes Darussalam Tegaljoyo, Bungah, Gresik.

Di pertemuan dengan anggota Kompak itu, Khofifah dengan serius juga mencatat semua keluhan dan kebutuhan yang diharapkan bisa terpenuhi kelak saat terpilih menjadi Gubernur Jatim.

“Apa yang panjenengan sampaikan semua saya catat. Dari silaturahmi di tempat ini saya dapat sangu untuk bisa menyiapkan solusi yang efektif tentang problem anak perempuan, buruh tambak maupun anak-anak buruh tambak,” kata Khofifah menjawab keluhan dan kebutuhan komunitas itu.

Selanjutnya, Khofifah menyebut jika ada pesan dan keinginan yang belum tuntas disampaikan, bisa diteruskan ke Rumah Aspirasi di Jalan Diponegoro No 9, Surabaya.

“Panjenengan bisa hadir dengan membawa pikiran strategi untuk penyiapan RPJMD, termasuk terkait pembangunan di area industri, anak-anak maupun perempuannya,” lanjut Ketua Umum PP Muslimat NU itu.

Tidak bisa dipungkiri, cara-cara seperti yang dilakukan oleh para kandidat bakal calon itu bertujuan untuk menarik simpatik dan mendulang suara di pemilihan kepala daerah. Kita lihat saja, cara-cara mana yang paling efektif memikat rakyat. Kemudian, rakyat mempercayakan hak pilihnya untuk mereka memimpin Jatim, menjadi lebih baik.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here