Bachtiar Nasir: Jangan Adu Domba Umat Islam Dengan PDIP

0
393

Nusantara.news, Surabaya – Belakangan ini ada indikasi untuk melakukan adu domba antara umat islam dengan salah satu partai politik di Indonesia. Sadar atau tidak sadar, masyarakat sudah terbuai larut dalam polemik pemecah belah persatuan NKRI. Bagaimana tanggapan ulama-ulama di Indonesia?

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bachtiar Nasir mengingatkan kepada seluruh umat Islam di Indonesia, agar tidak mau diadu domba terpecah belah atau dibenturkan dengan organisasi politik.

Menurutnya, ada upaya untuk membenturkan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) serta Umat Islam dengan partai pimpinan Megawati Soekarno Putri, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

“Saya berpesan kepada seluruh umat Islam di Indonesia terutama Muhammadiyah jangan mau dipecah belah oleh pihak manapun. Saya mohon, jangan mau dibenturkan dengan pihak manapun,” jelas Bachtiar di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (28/1/2017).

Bachtiar juga berpesan bahwa sejatinya umat Islam di Indonesia tidak mempunyai masalah dengan partai manapun. “NU dan Muhammadiyah ini mempunyai hubungan yang harmonis dan historisnya sangat kuat sekali. NU adalah saudara dekat Muhammadiyah di dunia dan Insyaallah di akhirat. Dan kami tidak mau dibentur-benturkan dengan saudara kami,” pesannya.

Bagaimana dengan hubungan Muhammadiyah, NU dan PDIP? Menurutnya, PDIP adalah partai yang mempuyai peran besar dalam memajukan bangsa dan negara. Terutama dalam memajukan kota Surabaya saat ini melalui Walikotnya Tri Rismaharini yang merupakan kader partai berlambang banteng mocong putih tersebut.

“Dukungan umat Islam di Surabaya juga dukungan Muhammadiyah untuk bahu membahu membangun kota Surabaya lebih baik lagi. Akan sangat berbahaya sekali jika ada yang membenturkan umat Islam dengan PDIP. Saya sendiri tidak rela. Jangan sampai PDIP dan umat Islam digosok lalu dibenturkan karena yang akan rugi nantinya ya warga Surabaya, Umat Islam dan PDIP sendiri,” tandasnya.

Banyak Orang PDIP Beragama Islam

Sebelumnya, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama Indonesia (GNPF-MUI) ini menyempatkan untuk mengikuti tabligh akbar dan Safari 212 di Masjid Al Falah Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (28/1/2017). Dalam ceramahnya, menyuarakan bahwa tidak elok rasanya membenturkan sesama anak bangsa dengan terus menuduh umat Islam anti terhadap NKRI, anti Pancasila dan anti Bhineka Tunggal Ika.

“Ada yang mengatakan umat Islam anti-NKRI. Ada yang ingin benturkan umat Islam dengan PDIP. Padahal banyak orang PDIP beragama Islam juga. Jadi jangan terprovokasi karena ini ada yang mengendalikan dari segelintir orang,” ujarnya.

Bahkan Bachtiar menegaskan bahwa umat Islam di Indonesia siap berada di garda paling depan untuk membela NKRI, jika perlu umat Islam akan menyiapkan laskar untuk mempertahankan NKRI. “Kalau perlu siapkan laskar Indonesia. Kalau harga diri dinodai, itu biasa. Tapi kalau Islam dinodai, Alquran dinodai, Rasulullah SAW dinodai, nyawa pun jadi taruhannya,” tegasnya.

Selain menyampaikan ceramah mengenai kebangsaan dan persaudaraan umat, Bachtiar dalam tabligh akbar bertema Tegakkan Keadilan Stop Kriminalisasi ulama Demi Tegaknya NKRI itu juga mengajak umat Islam yang hadir untuk untuk melantunkan lagu-lagu nasional dan perjuangan. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here