Bagi Desa Taat Pajak, Pemkab Probolinggo Siapkan Hadiah

0
42

Nusantara.news-Probolinggo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Jawa Timur menyiapkan hadiah  bagi desa yang melunasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebelum jatuh tempo, pada 30 September 2017.

Besaran  nilai hadiah tersebut akan disesuaikan dengan waktu pelunasan. Jika lunas bulan Mei, kecamatan mendapatkan hadiah sebesar 2% dan desa sebesar 9% dari baku. Jika lunas Juni, kecamatan mendapatkan hadiah 1,75% dan desa 8% dari baku

Selanjutnya apabila lunas di bulan Juli, kecamatan mendapatkan hadiah 1% persen dan desa 7% dari baku. Kalau  lunas bulan di Agustus, kecamatan mendapatkan hadiah 0,75% dan desa 6% dari baku.

“Bagi yang lunas September, tidak akan mendapatkan reward. Karena September merupakan jatuh tempo pelunasan PBB P-2,” terang Kepala Bidang Pendapatan pada Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo, Susilo Isnadi, Sabtu (1/4/2017).

Susilo berharap, reward yang diberikan bisa memotivasi masyarakat dan petugas pemungut pajak dalam melaksanakan tupoksi mereka. “Karena reward yang diterima ini nantinya juga akan kembali kepada masyarakat untuk pembangunan di desa,” ujar Susilo.

Saat ini, BKD sedikitnya telah membagikan 429.073 lembar Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2017. Baku PBB-P2 tahun 2017 dari 24 kecamatan mencapai Rp 20.107.833.728. “Setelah SPPT diberikan, wajib pajak sudah bisa melakukan pembayaran hingga 30 September 2017 mendatang,” katanya.

Menurut Susilo, demi memberikan contoh kepada masyarakat nanti juga akan diadakan Pekan Panutan dan Gebyar PBB. Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan pada bulan Juni mendatang.

“Intinya nanti ada panutan yang membayar pajak sebelum jatuh tempo dan diikuti oleh masyarakat. Meskipun demikian, hingga saat ini sudah ada beberapa kecamatan yang sudah melakukan pekan panutan pajak. Salah satunya adalah Kecamatan Lumbang,” jelasnya.

Dibandingkan dengan tahun 2016 jelas Susilo, tahun ini ada kenaikan jumlah SPPT yang disebabkan oleh Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan dibagi dalam buku 1, 2, 3, 4 dan 5. Buku 1 pembayaran antara Rp 0-200.000 dengan kenaikan SPPT 5 persen.

Buku 2 antara Rp200.000-Rp500.000 dengan kenaikan 10%. Buku 3 antara Rp500.000-Rp2.000.000, dengan kenaikan 15%. Buku 4 antara Rp2.000.000-5.000.000 dengan kenaikan 20%, dan buku 5 antara Rp5.000.000 keatas dengan kenaikan 25%.

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here