Bagus: Ahok Pecah Belah Islam Indonesia

1
380
Pengamat Politik dan Penggiat Rumah Pancasila Bagus Taruno Legowo

Nusantara.news, Surabaya – Suhu politik jelang Putaran Kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta yang akan digelar 19 April semakin memanas. Akselerasi politik semakin tak terkontrol lagi, terbaru PKB dan PPP yang merupakan partai berbasis mayoritas Islam kini telah dituduh membelot dan mengkhianati hasil muktamar NU di Lirboyo.

Hasil Muktamar NU ke XXX di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri sangat jelas sekali bahwa haram hukumnya memilih pemimpin non-Islam, kecuali dalam keadaan darurat. Ayat-ayat tentang larangan memilih pemimpin non muslim itu-pun sangat jelas, dan tidak butuh penafsiran macam-macam lagi.

Perbedaan pendapat dalam NU adalah hal biasa. Namun apa jadinya jika Hasil Muktamar NU ke XXX di Pondok Pesantren Lirboyo terkait haram hukumnya memilih pemimpin nonmuslim diabaikan oleh sejumlah kader NU.

Pengamat politik dan pengiat Rumah Pancasila, Bagus Taruno Legowo, mengungkapkan bahwa isu Pilkada DKI Jakarta sudah merembet ke mana-mana dan dipolitisasi dengan berbagai muatan. Menurutnya, sosok Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok adalah pemicu utama krisis nasional saat ini.

“Sebenarnya soal pilkada DKI ini adalah problem Bangsa Indonesia dan orang bukan Bangsa Indonesia yang kebetulan menjadi warga negara Indonesia (WNI). Ya, sesederhana itu sebenarnya. Ahok, jika merujuk menggunakan UUD 1945 yang asli, dia bukanlah orang Indonesia asli. Tapi Ahok sah sebagai warga negara Indonesia,” jelasnya kepada Nusantara.news, Selasa (18/4/2017).

Lanjut Bagus, jika kita membatasi pembahasan dalam wilayah bangsa dan warga negara Indonesia, maka persoalan tidak akan kemana-mana, hingga menyentuh ke soal agama yang lebih rumit, seperti dilihat sekarang ini. “Saya prihatin dengan kondisi umat Islam yang menjadi terbelah gara-gara pilkada DKI Jakarta, sehingga antar umat Islam Indonesia sendiri saling berhadapan dan menjurus ke permusuhan. Sosok Ahok telah memecah belah Islam di Indonesia,” tambahnya.

Tidak hanya itu, tentu kondisi ini sangat tidak sehat dan tidak baik untuk Indonesia ke depan sendiri karena umat Islam memiliki andil besar terhadap kemerdekaan, terlahirnya dasar Indonesia merdeka, yakni Pancasila, dan berdirinya dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Oleh karena itu, seharusnya orang seperti Ahok lebih tahu diri. Para pendukungnya juga jangan memaksakan Ahok untuk maju terus. Karena potensi membelah umat Islam Indonesia menjadi dua. Ini sungguh sangat tidak sehat. Atas dasar itu, jadi jika saya adalah orang ber-KTP DKI Jakarta, maka saya akan memilih yang orang Bangsa Indonesia, bukan orang yang bukan Bangsa Indonesia. Anda pasti tahu maksud saya,” pungkasnya.[]

1 KOMENTAR

  1. Suatu pelanggaran uud mencalonkan ahok sebagai gub adalah keniscayaan

    Bahwa perpecahan pemilu pilkada berefek skala nasional menentukan ke arah mana nantinya demokrasi yg bukan lagi berazaz uud akan bnyk lagi muncul bentuk2 perpecahan sosial dan agama di era ini

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here