Bakal Cagub Jatim Mulai Saling Tonjolkan Prestasi

0
190

Nusantara.news, Surabaya – Sederet nama terus muncul dan digadang sebagai sosok yang cocok maju sebagai Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim  2018. Nama – nama yang muncul antara lain Khofifah Indar Parawansa, Wagub Jatim Saifullah Yusuf, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar, Bupati Banyuangi Abdullah Azwar Anas. Dengan berbagai cara dan siasat, nama -nama  ini mulai memunculkan prestasi sebagai alasan layak jadi bakal cagub. Hal ini tersimpul dari monitoring yang dilakukan NUSANTARA.NEWS dalam dua minggu terkahir.

Azwar Anas disebut layak, karena sosoknya sebagai pimpinan dengan gaya kalem, dan membuahkan sederet prestasi untuk Banyuwangi. Selain berhasil mempercantik obyek wisatanya, anas juga mengukir prestasi terbaru sebagai kabupaten terbaik dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2016.

Sementara, Saifullah Yusuf dengan ciri khasnya gemar belusukan juga menjadi incaran untuk maju di pemilihan gubernur menggantikan pendahulunya Soekarwo yang sebentar lagi selesai masa baktinya setelah memimpin Jatim selama dua periode.

Pemilik sapaan Gus Ipul ini, hampir setiap kesempatan berada di luar kantor. Aksi blusukan menjadikan namanya terdongkrak. Dia juga akrap dengan semua elemen masyarakat. Sidak jalan rusak, tinjau banjir, mendatangi pasien sakit serta kerap muncul di berbagai kegiatan semakin melambungkan namanya.

Berikutnya, wanita kelahiran Surabaya, Khofifah Indar Parawansa. Menteri Sosial ini dikenal cerdas, tegas, dan tidak kalah tenar dibanding sejumlah nama lainnya. Sebagai wanita yang matang di organisasi, utamanya di Muslimat NU, dan posisinya sebagai Menteri Sosial menjadikan namanya meroket. Siapa tidak kenal Khofiffah, yang namanya menasional.

Selain cerdas, energik dan gesit, keterbukaan dan nada suaranya yang lantang membuatnya dianggap bisa berdiri di semua elemen masyarakat.

Khofifah dan Gus Ipul, pernah aktif di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kedua nama ini juga pernah bertarung dalam Pilgub Jatim. Tahun 2008, Khofifah Indar Parawansa berpasangan dengan Brigjen Pol (Purn) Mujiono. Tahun 2013, Khofifah berpasangan dengan -Herman S Sumawiredja.

Saat itu, pertarungan dimenangkan Soekarwo-Saifullah Yusuf, meski diwarnai dengan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Nama lainnya yang diunggulkan adalah Tri Rismaharini yang saat ini menjabat Walikota Surabaya. Nama Risma semakin populer setelah berhasil membenahi Kota Surabaya menjadi semakin bersih dan cantik. Risma juga dikenal sebagai sosok pimpinan yang tidak bosen turun ke bawah menyaksikan dan berbaur dengan petugas membersihkan selokan Kota Surabaya.

“Saya selama ini sudah memberikan yang terbaik untuk warga Surabaya. Semua yang saya miliki saya berikan. Saya sudah tak punya apa-apa lagi. Ilmu saya, pikiran saya, bahkan kadang anak saya pun tidak saya urusi. Tapi, saya percaya, kalau saya urusi warga Surabaya, anak saya diurusi Tuhan. Saya sudah berikan semuanya,” ucap Risma dalam sebuah tayangan televisi nasional, Pebruari 2014.

Bisa jadi, rasa cinta warga Surabaya kepada Risma terlanjur mentok. Risma telah menjadi bagian Kota Surabaya yang tak bisa dipisahkan. Nama Risma terus menggema ke seluruh pelosok Jawa Timur. Maka, tidak heran jika nama Risma digandrungi layak naik kelas menjabat gubernur Jawa Timur.

Untuk membuktikan itu, sejumlah orang yang ditanya soal Risma mengatakan Risma, sebagai sosok seorang pemimpin yang mencintai dan dicintai rakyatnya.

Dan, mereka pasti juga tidak keberatan jika Risma juga digadang menjadi Gubernur Jawa Timur untuk membangun prestasi provinsi Jawa Timur menjadi lebih baik. Mereka, juga tidak bisa melupakan komitmen Risma yang bersedia mati untuk kemajuan Surabaya, persis seperti sebuah tulisan yang menyebut Risma sebagai  ‘Walikota yang Siap Mati Demi Ditutupnya Prostitusi Dolly’.

Risma juga pernah mengatakan ingin memimpin seperti Umar Bin Khatab, yang rela berkorban untuk rakyatnya.

Halim Iskandar, siapa yang tidak mengenal sosok satu ini. Ketua DPRD Jawa Timur ini, selain religius dikenal getol turun ke konstituen akar rumput. Kerap hadir di berbagai komunitas keagamaan, dan dikenal dekat dengan berbagai elemen Nahdlatul Ulama (NU). Kakak kandung Muhaimin Iskandar ini juga dikenal dekat dengan birokrat dan orang-orang di pemerintahan. Tak heran, namanya semakin melambung dan dibicarakan masuk ke bursa bakal calon gubernur atau wakil gubernur.

Lalu, siapakah nama-nama tersebut diatas yang nanti kuat menapaki tangga persaingan. Tentu semua kembali ke masyarakat Jawa Timur, siapa sosok yang paling tepat untuk dipilih menjadi bakal pemimpin mereka untuk Jawa Timur lebih baik.

Namun, siapa pun yang terpilih, mereka harus bener-benar berpihak membela rakyat. Bukan sebaliknya, menjadikan kemenangan untuk kepentingan pribadi atau golongan tertentu. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here