Bakal Cagub Jatim Rajin Blusukan Rebut Simpatik Jelang Pilkada

0
170

Nusantara.news, Surabaya – Aroma Pemilihan Gubernur Jawa Timur yang dijadwalkan 2018 tercium semerbak. Hal ini karena bakal calon gubernur dengan nama tenar sudah mulai melakukan berbagai aktivitas blusukan dibungkus insopeksi mendadak alias sidak. Antara lain Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, juga Menteri Sosial Koffifah Indar Parawansa, Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar.

Blusukan bisa jadi menjadi senjata efektif untuk menarik simpatik, dan diharapkan bisa mendulang suara saat pemilihan kepala daerah. Dibalut sidak atau apapun namanya, yang pasti untuk meningkatkan frekuensi tatap muka dengan masyarakat.

Nusantara.news, di kurun waktu Desember 2016 hingga Januari 2017 memonitor sejumlah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh sejumlah nama yang mulai disebut-sebut bakal maju di Pemilihan Gubernur Jawa Timur.

Saifullah Yusuf, kerap blusukan melakukan berbagai sidak, sidak banjir juga jalan rusak. Misalnya, di Dusun Gendong, Desa Laren, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, itu dilakukan Sabtu (3/12/2016). Selanjutnya, meninjau jalan rusak di Desa Betoyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Kamis (5/1/2017). Meninjau banjir di Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Pasuruan, Jumat (6/1/2017).

Berikutnya jalan rusak di Kalianak 55, di ruas jalan rusak yang menghubungkan Surabaya-Gresik tersebut, foto Gus Ipul sempat bertengger di sejumlah media, saat ikut melakukan pengaspalan dengan memegang sebuah alat untuk meratakan aspal. Saifullah Yusuf memanfaatkan kebijakan Pemprov Jatim yang telah menganggarkan dana swakelola untuk perbaikan jalan provinsi yang rusak sebesar Rp200 miliar untuk 11 UPT milik Dinas PU Bina Marga Jatim.

Juga ke Kabupaten Pasuruan, obyek yang sama meninjau jalan rusak di ruas Gempol-Pasuruan, dilakukan Senin (16/1/2017). Berlanjut melihat jalan berlubang di Tambakrejo-Bendungan, Kraton, Pasuruan. Serta mendatangi warga korban banjir di Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Pasuruan. Terbaru menjenguk Nur Hayati, pasien anak asal Kabupaten Jember, yang perutnya membesar berisi cairan di RSU dr Soetomo Surabaya.

“Rumah sakit daerah dan swasta terlalu gampang memberikan rujukan ke sini (RSU dr Soetomo), padahal mereka semestinya bisa menanganinya,” ujar Gus Ipul saat itu.

Sementara, Khofifah Indar Parawansa yang juga menjabat Menteri Sosial RI, selama di Jawa Timur, terekam melakukan sejumlah kegiatan di Jawa Timur dan kota kelahirannya, Surabaya.

Misalnya, Senin (23/1/2017) Khofifah berkunjung ke Gudang Bulog Sub Divre Malang. Dalam kesempatan itu Khofifah secara simbolis menyerahkan subsidi beras sejahtera (rastra) kepada warga di Kabupaten Malang.

“Saya tanya kepada bapak-bapak dan ibu-ibu di sini apakah beras bantuan yang selama ini diterima warnanya menguning?” tanya Khofifah, dijawab gelak tawa masyarakat penerima.

Di kesempatan itu, Ketua Muslimat NU tersebut berharap agar Bulog menyediakan beras dengan kualitas yang baik kepada masyarakat pra-sejahtera. Saat itu, Khofifah sempat memeriksa kualitas ketersediaan beras di gudang.

“Setiap kali berkunjung ke Bulog saya selalu cek apakah berasnya bau apek atau tidak,” ungkapnya saat itu.

Masih di Jawa Timur, acara selanjutnya memberi bantuan sosial Rp6 triliun dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Lanjut Usia, Bantuan Sosial Disabilitas, dan Beras Sejahtera. Rinciannya, PKH sebesar Rp2,077 triliun, diterima oleh 1.099.154 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan Sosial Lanjut Usia sebesar Rp3,4 miliar untuk 1.700 jiwa.

Bantuan Sosial Disabilitas sebesar Rp5,559 miliar yang diterima 1.853 jiwa. Untuk bantuan Rastra sebesar Rp3,963 triliun diterima oleh 2.889.929 keluarga.

Kemudian, yang dilakukan Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar yang juga bakal maju di Pilkada Jawa Timur, di antara saat memberikan arahan untuk pendamping Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) di Jombang, Selasa (22/11/2016).

“Profesionalitas dalam melaksanakan pekerjaan pendampingan menjadi kunci kesuksesan program pemberdayaan desa. Selain pemerintahan desa, ujung tombaknya adalah para pendamping,” kata Halim Iskandar, menyampaikan pesannya di hadapan anggota Asosiasi Pendamping Desa Indonesia (APDI) Kabupaten Jombang.

Bahkan, ada yang istimewa untuk Halim, karena di acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XIV BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur, di Hotel Mercure Surabaya, Rabu (14/12/2016). Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengajak rakyat Jawa Timur membiasakan diri memanggil Pak Halim dengan tambahan “Calon Gubernur Jawa Timur”.

Saat itu, Pakde Karwo secara khusus memperkenalkan Ketua DPRD Jawa Timur Abdul Halim Iskandar alias Pak Halim, sebagai calon penggantinya yang akan dipilih dalam Pilgub Jawa Timur 2018 mendatang.

“Disini juga hadir Pak Halim calon Gubernur Jawa Timur. Dan, kita harus membiasakan memanggil Pak Halim sebagai Calon Gubernur Jatim,” ujar Pakde Karwo yang saat itu disambut tepuk tangan undangan yang hadir.

Semua yang dilakukan pejabat yang peduli rakyatnya, peduli dengan perbaikan nasib rakyat khususnya rakyat di Jawa Timur, layak mendapat acungan jempol. Namun, jika dilakukan hanya untuk menarik simpati, untuk mendulang suara di Pilkada, bukan jamannya. Karena saat ini masyarakat butuh pemimpin yang benar-benar peduli dengan nasib rakyat. Bukan hanya membangun kekuasaan tetapi membangun dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Silahkan masyarakat yang menilai.

“Menurut saya, siapapun boleh maju di pemilihan gubernur. Tetapi saat ini tidak jamannya melakukan pencitraan. Masyarakat sudah cerdas, mereka bisa menilai siapa melakukan apa, untuk kepentingan apa,” ujar Hasan Aminuddin usai bertemu dengan pimpinan sekaligus pendiri Nusantara.news Sigit Hardjo Wibisono di Kantor Redaksi Nusantara.news, di Jalan Imam Bonjol Surabaya, belum lama ini.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here