Baliho Dukungan Khofifah Maju Pilgub Bertebaran di Bojonegoro

0
141

Nusantara.news, Bojonegoro – Terkait pencalonannya di pemilihan gubernur 2018, Mensos Khofifah Indar Parawansa masih melontarkan sinyal-sinyal saja ketika dikonfirmasi media. Namun, hal itu berbeda dengan kondisi di lapangan. Dukungan datang dari berbagai daerah. Terakhir, spanduk dan baliho yang mendesak Khofifah maju bertebaran di Kabupaten Bojonegoro.

Keberadaan baliho dan spanduk ini seolah menjadi sinyal bahwa Khofifah yang sudah dihubung-hubungkan dengan partai politik pengusung, bakal menjadi lawan kuat Wakil Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Hingga kini, memang baru PKB yang terang-terangan menjatuhkan rekomendasi kepada Gus Ipul.

Dengan klaim sebagai partai yang lahir untuk wadah politik warga Nahdlatul Ulama (NU), Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sempat mengimbau agar hanya ada satu nama dari kalangan nadliyin yang maju. Namun dengan kian masifnya dukungan kepada Khofifah di berbagai daerah, bisa jadi imbauan dari partai yang memiliki suara mayoritas di DPRD Jawa Timur tersebut tidak bergaung di akar rumput.

Secara politis, struktural NU sebagai ormas Islam terbesar di Jawa Timur bahkan Indonesia kompak mendukung Gus Ipul. Hanya saja, suara NU kultural yang basis massanya lebih kuat, banyak yang condong kepada Khofifah. Indikasi ini terlihat dari puluhan baliho dan spanduk di pintu masuk Pondok Pesantren Dzurriyah asuhan KH Abu Dzarrin.

Selain mengucapkan selamat datang pada Khofifah yang punya agenda menghadiri Halal Bihalal Muslimat NU Bojonegoro, Minggu (30/7/2017), juga terpasang ucapan “Jawa Timur Butuh Panjenengan Buk”. Baliho ini dipasang kelompok yang mengatasnamakan BALA KHOFIFAH (Barisan Loyalis Khofifah). Baliho serupa juga terlihat di beberapa tempat termasuk di GOR Dabonsia yang akan menjadi lokasi halal bihalal.

Sebelumnya, ketika menghadiri pembagian bantuan sosial di Sumenep Khofifah sempat menyatakan sudah selesai check sound. Dalam artian, sudah mengantongi kekuatan dukungan riil. Selanjutnya, dia mengaku akan memaksimalkan komunikasi antarpartai politik untuk membahas hajat demokrasi tersebut. “Masa ‘check sound’ telah selesai dan sudah waktunya bagi saya menyamakan frekuensi tentang Pilkada Jatim 2018. Kami akan maksimalkan komunikasi antarpartai politik,” katanya.

Namun, dia mengelak jika kehadirannya di berbagai daerah di Jawa Timur sebagai agenda terselubung dalam rangka pilgub. “Kalau saya ke daerah, wartawan pasti tanya Pilkada Jatim 2018. Padahal, saya ke daerah itu sebagai Menteri Sosial (kapasitasnya-RED),” ucapnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here