Bambang Widjayanto: Penghancuran KPK Terus Dilakukan Secara Sistematis

0
102

Nusantara.news, Surabaya – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) periode 2012-2015, Bambang Widjojanto menegaskan, sampai saat ini terus ada upaya untuk menghancurkan institusi KPK. Itu dilakukan dengan berbagai cara baik disadari atau tidak oleh ketua serta semua anggota KPK termasuk rakyat Indonesia. Menurut Bambang yang pernah memimpin Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan pendiri Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) bersama almarhum Munir ini menyebut ada lima klasifikasi upaya-upaya penghancuran KPK.

“Ada lima upaya yang selalu dilakukan dan didekonstruksi terus menerus untuk menghancurkan KPK, itu harus disadari untuk menjaga terjaganya keutuhan KPK,” tegas Bambang usai menjadi pembicara di Bedah Buku yang ditulisnya berjudul “Berkelahi Melawan Korupsi” di Kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Surabaya, Rabu (3/5/2017).

Pertama, kata Bambang,  berkaitan dengan kebijakan. Itu yang dikonstruksi secara terus menerus, termasuk yang berkaitan dengan kebijakan dan kewenangan KPK. Kedua, berkaitan dengan politik anggaran. Ketiga, upaya penghancuran KPK juga selalu dilakukan melalui yudicial review,

Keempat, lebih sadis dan kejam, yakni upaya penghancuran KPK juga dilakukan dengan tindak kekerasan dan kriminalitas seperti yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan.

“Tindak kekerasan yang menimpa Novel, itu juga bagian untuk menghancurkan KPK, dengan cara melakukan kekerasan,” tegas BW panggilan Bambang Widjajanto.

BW menyebut, ada upaya sistematis yang mendelegitimasi upaya-upaya pelemahan KPK. Terkait itu, pihaknya menyarankan, teman-temannya dan semua yang ada di KPK harus punya cara melakukan mitigasi untuk memetakan potensi-potensi ancaman yang kemungkinan muncul. Kelima, itu yang tidak disadari banyak orang, ada upaya sistematis yang mendelegitimasi kredibiltas KPK.

Ditanya pengalaman selama aktif di KPK, dia menegaskan tentang tantangan dan kemungkinan yang selalu muncul.

“Namanya upaya pemberantasan korupsi pasti ada feedback, pasti ada koruptor hide back, itu harus disadari dari awal. Teman-teman di KPK harus punya sistem untuk memitigasi kemungkinan resiko-resiko yang akan muncul dan upaya-upaya penghancuran KPK,” tegasnya.

Sementara soal buku yang ditulisnya disebutkan, sebagai upaya cerdas termasuk bagi generasi muda dan mahasiswa untuk memitigasi dan mengenali korupsi.

“Buku ini bisa menjadi salah satu referensi untuk mengetahui berbagai cara intimidatif dan upaya-upaya cerdas untuk menangani dan melawan korupsi,” tegasnya.

Sementara, di acara itu ratusan mahasiswa berjubel menyimak paparan yang disampaikan BW tentang korupsi. Paparan yang disampaikan juga diselingi dengan tayangan slide gambar sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia. Diakhir acara, mahasiswa yang membeli buku berkesempatan mendapat tanda tangan dan berfoto bersama BW.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here