Bandara Trunojoyo Masih Sepi, Sumenep Ngebet Buka Lapter di Pulau Kangean

0
334

Nusantara.news, Sumenep – Akses transportasi yang kian terbuka melalui jalur udara dengan adanya penerbangan komersial dari Bandara Kelas III Trunojoyo, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep berambisi membuat bandara baru di wilayah kepulauan.

Padahal jalur penerbangan dari dan ke Trunojoyo masih minim traffic. Hanya Air Fast satu-satunya maskapai yang menyediakan rute penerbangan ke wilayah paling timur pulau Madura ini. Namun kondisi itu tidak menyurutkan Sumenep untuk membebaskan lahan yang rencananya digunakan untuk lapangan terbang (lapter) di Pulau Kangean tahun ini.

“Lapter yang akan dibangun di Kangean itu untuk penerbangan perintis. Kami di pemerintah daerah sebenarnya sudah melakukan persiapan sejak beberapa tahun lalu,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep, Sustono kepada media, Minggu (26/2/2017). Sama dengan Bandara Trunojoyo, Sustono menjelaskan jika itu sudah jadi program bersama pemkab dengan pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Untuk persiapan lapter Kangean, Pemkab Sumenep berkewajiban membebaskan lahan seluas 59 hektar yang telah dilakukan bertahap sejak 2015. Sisanya, sembari menunggu izin lokasi yang ditentukan pemprov, tambah Sustono, pemkab mempersiapkan teknis lainnya. “Namun untuk dana pembebasan lahan, kami sudah alokasikan sekitar Rp11 miliar tahun ini,” sebutnya.

Lapter perintis Kangean-Sumenep memang diharapkan jadi alternatif penghubung dengan wilayah kepulauan. Apalagi jika transportasi laut lumpuh akibat cuaca ekstrim. Namun yang perlu ditekankan, jangan sampai niat mulia itu justru sekedar kedok untuk memuluskan investasi asing yang sejak lama memang berharap Madura khususnya wilayah Sumenep kepulauan, menyediakan akses transportasi udara.

Jika itu yang terjadi, bukannya kesejahteraan warga kepulauan yang meningkat namun justru hasil bumi yang dikeruk habis-habisan. Pulau Kangean adalah salah satu pulau di Kabupaten Sumenep yang berpenghuni padat.

Dalam kondisi cuaca baik, perjalanan laut dari Pelabuhan Kalianget (Sumenep daratan) ke Pelabuhan Batu Guluk, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean dan sebaliknya, membutuhkan waktu sekitar 4,5 jam dengan menggunakan kapal cepat yang berbahan dasar “fiberglass” dan 9 jam dengan kapal besi atau baja.

Terkait jadwal penerbangan di Bandara Trunojoyo, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep Hadi Soetarto, mengaku sudah menawarkan jalur komersial ke 3 maskapai. Tiga jalur penerbangan komersial yang ditawarkan ke tiga maskapai itu adalah Sumenep-Bali, Sumenep-Sampit, dan Sumenep-Balikpapan.

Tiga maskapai yang ditawari adalah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Kal Star Aviation, dan Wings Air. “Untuk sementara memang tiga maskapai tersebut yang kami jajaki agar mengembangkan penerbangan komersial dari dan ke Sumenep,” katanya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here