Bangun Tajem Pedang, Dinsos Situbondo Dapat Penghargaan Mensos

0
74
Taman Jembatan Peduli Anak Bangsa (Tajem Pedang) DInas Sosial Situbondo

Nusantara.news-Situbondo – Atas realisasi pembangunan taman edukasi kebencanaan di wilayahnya, Dinas Sosial Situbondo menerima penghargaan dari Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa. Penghargaan tersebut diberikan kepada Pusdalops Tagana Dinsos. Taman itu diberi nama Taman Jembatan Peduli Anak Bangsa (Tajem Pedang). Program Tajem Pedang itu merupakan gagasan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinsos, untuk memberikan salah satu edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

Salah satu poin tambahan yang dimiliki Taman Edukasi Situbondo adalah menjadi yang pertama ada di Indonesia. Sebagai sarana edukasi, beberapa waktu Pusdalops Tagana Dinsos, memperkenalkan masalah kebencanaan bagi siswa PAUD se Kecamatan Situbondo. Para siswa diperkenalkan peralat dan sekaligus cara mempergunakannya. Seperti pelampung, mendirikan tenda bagi pengungsi korban bencana. Di taman itu pula para siswa diajak naik perahu SAR milik Pusdalops Tagana.

Lutfi Joko Prihatin atau biasa disapa Lutfi JP, Kepala Dinsos Situbondo mengatakan, Tajem Pedang merupakan sebuah  terobosan baru untuk mengoptimalkan keaktifan anggota Tagana, dalam rangka memberikan suasana eduakasi, rekreatif kepada masyarakat.

Selain itu, para siswa diajak mengikuti lomba mewarnai seputar kebencanaan.  Seperti mewarnai gunung meletus, banjir dan tsunami. Para siswa PAUD juga diedukasi mencintai lingkungan, dengan cara penanaman bibit pohon di sekitar lokasi Tajem Pedang.

“Kami bersyukur mendapatkan penghargaan Kementerian Sosial, meski pembuatan Tajem Pedang baru selesai sebulan lalu. Ke depan, saya berangan-angan ingin menjadikan Dinas Sosial Situbondo sebagai ikon nasional dalam mengedukasi kebencanaan,” ungkap Kepala Dinas Sosial, Lutfi Joko Prihatin, Jumat (31/3).

Lutfi menambahkan bahwa pembuatan taman edukasi tersebut tidak memakai dana APBD, akan tetapi menggunakan dana swadaya sebesar Rp20 jutaan. Selain jadi tempat edukasi siswa, ke depan taman edukasi akan dijadikan tempat kumpul-kumpul penyandang masalah sosial (PMKS), seperti pengamen, anak jalanan dan PMKS lainnya. di taman itulah para PMKS akan diajak menyelesaikan masalah mereka selama ini.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here