Banjir Kali Lamong Resahkan Warga Gresik

0
48

Nusantara.news, Surabaya – Banjir. Pemandangan ini mungkin tak asing bagi kita semua ketika melihat siaran televise maupun membaca media massa, musibah ini seakan menjadi momok menakutkan setiap tahun bagi warga yang tinggal di perkotaan maupun di dekat daerah aliran sungai.

Banyak yang dilakukan oleh politisi menjadikan banjir sebagai kereta politiknya saja, padahal belum tentu janji-janji mereka (politisi) bisa mengurai serta mengatasi banjir yang setiap tahun melanda pemukiman dan menyebabkan banyak kerugian. Mengatasi banjir yang menahun tidak segampang mebalikan telapak tangan.

Banjir Kali Lamong adalah banjir tahunan, tapi mengapa sampai saat ini baik pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah belum bias menguarai dan mengatasinya. Maklum, luapan Kali Lamong nyata-nyata sudah membuat warga resah, berapa banyak kerugian yang disebabkannya.

Dampak luapan Kali Lamong setiap tahunnya merendam beberapa kecamatan di Gresik, ketinggian banjir bervariasi bias 20 cm hingga 80 cm dan kebanyakan menggenangi area persawahan serta akses jalan industri yang menghubungkan derah industry satu dengan lainnya.

Hadi Purnomo (49) warga asal Benjeng saat dikonfirmasi nusantara.news mengungkapkan bahwa daerahnya sering dilanda banjir akibat luapan Kali Lamong, bahkan kejadiannya ini sudah puluhan tahun lamnya. Begitu besar dampaknya, kadang banjir juga memutus jalan dari Morowudi menuju kota Gresik dan akses jalan menuju ke Surabaya.

“Karena banjir, saya kerja saja sulit pilih akses jalan yang mana, soalnya jalan akses di Morowudi yang menjadi satu-satunya jalan menuju Surabaya terputus. Bahkan banjir hingga di atas lutut orang dewasa, banyak angkutan kota maupun sepeda motor yang macet,” jelasnya kepada nusantara.news, Selasa (21/2/2017).

Hadi juga menuturkan, bukan saja mbolos kerja yang mengakibatkan kerugian dari segi ekonomi, anaknya juga mbolos sekolah. Maklum, kebetulan anaknya sekolah di salah satu sekolah menengah atas di Surabaya, tentu itu sebuah kerugian besar. Belum termasuk pasca banjir, jalan akses juga mengalami kerusakan berat.

“Sudah banyak kerugian Mas, banjir ini sejak saya masih muda sampai tua sudah punya anak tiga. Lha kalau terus begini bagaimana? Siapa yang bertanggung jawab? Kasihan warga, sudah kebanjiran, mereka merugi karena area persawahannya digenangi air banir dan gak bias panen,” keluhnya.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Abu Hasan menuturkan bahwa dampak banjir akibat luapan Kali Lamong memang terjadi sudah menggenangi tiga kecamatan di Gresik. Antara lain adalah Kecamata Balongpanggang, Benjeng dan Cerme.

“Untuk Desa Karangsemanding yang ada di Kecamatan Balongpanggang, air baru menggenangi jalan desa sepanjang 200 meter dengan ketinggian 10 hingga 20 centimeter. Dengan area persawahan yang terimbas, ada seluas 15 hektar,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Abu Hasan, Jumat (17/2/2017).

Sedangkan di Desa Wotansari, Kecamatan Balongpanggang sepanjang 200 meter jalan desa tergenang air dengan ketinggian 15 sentimeter. Banjir juga menggenangi sepanjang 100 meter jalan Desa Banjaragung di kecamatan yang sama, dengan ketinggian 5 hingga 10 sentimeter.

Di Desa Pucung, Kecamatan Balongpanggang, 10 rumah warga tergenang dengan ketinggian air 5 hingga 10 sentimeter. Sementara jalan desa yang tergenang sepanjang 100 meter dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter. “Sebab dibanding dengan desa lain yang ada di Kecamatan Balongpanggang, Desa Pucung posisinya memang agak rendah,” jelasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here