Bantuan Mesin Pertanian dari Pemkab Banyuwangi Terbengkalai

0
33
Mesin pengolah pupuk organik

Nusantara.news, Banyuwangi – Mulai tahun 2009, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pertanian mencanangkan program Go Organik. Program tersebut berupa pemberian mesin pencacah bahan pupuk organik kepada Kelompok Tani (Poktan) di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Tapi kini, kondisi mesin tersebut sungguh memprihatinkan. Karena tak dirawat, mesin tersebut kini berada dalam kondisi berkarat dan dibiarkan tergeletak tak terurus. Hal tersebut dijumpai pada Poktan Onggo Joyo, Dusun Kejoyo, Desa Tambong, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi. “Alatnya utuh, mesinnya saya simpan agar tidak rusak,” ungkap warga setempat, Imam Mubarak, Sabtu (1/4/2017).

Mubarak menambahkan tidak berfungsinya alat tersebut disebabkan karena poktan di Banyuwangi tidak membentuk bidang khusus produksi pertanian. “Padahal, jika dimanfaatkan, kotoran hewan yang biasanya dibuang sembarangan bisa diproduksi menjadi pupuk organik,” tandasnya.

Sementara itu, ketua Poktan Onggo Joyo Mus’tain mengungkapkan jika pihaknya merasa bingung dan tidak tahu harus bagaimana untuk memanfaatkan alat pertanian tersebut. “Tak juga ada arahan dari PPL (Petugas Penyuluh Lapangan, red.) untuk mengoperasikan mesin tersebut,” terangnya.

PPL Desa Tambong, Wijaya, mengaku sempat membentuk kelompok kerja unit produksi dan pemasaran di Kelompok Tani Onggo Joyo pada tahun 2015. Namun, karena pindah tugas, dia tak sempat memantau kelanjutan rencana pengoperasian mesin.

“Tahun 2017 ini saya kembali ditugaskan di Desa Tambong, jadi saya belum memberi penyuluhan. Agar lebih jelas mungkin bisa tanya langsung ke atasan saya,” katanya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here