Banyak Investasi Bodong di Situbondo

0
182
Deposit your budget for investment in the future

Nusantara.news, Situbondo – Investasi menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat untuk meningkatkan taraf perekonomian mereka. Tapi kini, masyarakat Situbondo harus lebih selektif dalam memilih tempat untuk menanamkan aset mereka. Konon investasi bodong tersebut telah banyak beredar dan terendus oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Terendusnya investasi bodong itu diungkapkan oleh mantan Ketua Asosiasi Koperasi Indonesia (Askopindo) Situbondo, Markacung. Menurutnya berkembangnya koperasi “bodong” dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap investasi di koperasi, bahkan mengorbankan koperasi legal yang telah lama berdiri.

Markacung menghimbau kepada pemkab Situbondo untuk melakukan pengawasan intensif kepada setiap koperasi agar tidak menimbulkan kerugian yang besar kepada setiap nasabah.

“Pengawasanya bisa kita lihat dari bagaimana koperasi menjalankan perputaran uangnya, karena sesuai ketentuan UU Nomor 25 Tahun 1992, tentang Perkoperasian, koperasi dilarang melakukan investasi seperti di pasar saham, pasar uang, asuransi dan  dana reksa,” ungkap Kacung.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Situbondo, Ahmad Sugiarto mengungkapkan jika pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat tentang berkembangnya investasi bodong di wilayahnya. Pihaknya masih belum bisa menangani berkembangnya investasi bodong tersebut karena menjadi tanggung jawab dari kementrian koperasi.

Pihaknya mengakui jika investasi bodong atau warga Situbondo menyebutnya dengan “Bank Oser” sudah meresahkan para nasabah. Salah satu penyebabnya, operasional yang dilakukan “Bank Oser” tidak sesuai kaidah yang tertuang dalam peraturan koperasi simpan pinjam.

Sugiarto menduga, Koperasi bodong menghimpun dana diluar aktivitas koperasi pada umumnya. Bahkan mereka menentukan bunga 10 hingga 15 persen perbulannya.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here