10% Napi ada di Jatim, Lapas Kelebihan Penghuni

0
52
Wagub Jatim Saifullah Yusuf mengikuti Khataman Al Quran di Lapas Kelas 1 Medaeng Surabaya.

Nusantara.news, Surabaya – Rupanya sekitar 10 persen dari jumlah narapidana yang mendiami lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di seluruh Indonesia, ada di Jawa Timur. Angka itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf saat menghadiri Khataman Al-Quran dalam rangka memperingati Hari Bhakti Kemasyarakatan ke-53 di Lapas Medaeng, Sidoarjo, Kamis (20/4/2017).

“Dari catatan Kemenkumham, saat ini ada 200 ribu warga binaan di seluruh Indonesia, sekitat 20 ribu di antaranya berada di Lapas atau Rutan di Jawa Timur,” ujar Saifullah. Ditambahkannya, 60 persen penghuni Lapas adalah narapidana kasus narkoba.

Itu sebabnya, lapas dan rutan di Jawa Timur mengalami kelebihan penghuni. Tapi, kenyataan ini tidak hanya terjadi di Jawa Timur saja. Menurut Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM,  hampir semua lapas dan rutan di Indonesia mengalami kelebihan kapasitas alias overload.

Orang nomor dua di Jawa timur itu mencontohkan, di Rutan Medaeng saat ini dihuni sekitar dua ribu warga binaan. Padahal kapasitas Rutan Medaeng seharusnya hanya dihuni oleh 500 orang narapidana. Terkait itu, lanjutnya, Kemenkumham berencana untuk segera membangun rutan atau lapas baru.

“Itu kebutuhan untuk menambah. Namun membangun rutan atau lapas memang bukan perkara mudah,” tambahnya.

Untuk mendukung rencana tersebut, kata Saifulllah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mencarikan lahan, sedangkan proses pembangunan akan dilakukan oleh Kemenkumham.

“Lapas itu jangan bagus-bagus, nanti penghuninya malah kerasan. Tapi juga jangan jelek, karena itu melanggar HAM,” ujar Gus Ipul sapaan Saifullah Yusuf, yang disambut tepuk tangan penghuni lapas dan undangan yang hadir.

Sementara, di kesempatan itu Gus Ipul juga mengaku mendukung upaya Lapas yang memperbanyak kegiatan keagamaan seperti khataman Al Quran yang saat itu dilaksanakan.

“Bagi yang beragama Islam memang bagus diperbanyak membaca dan memahami Alquran, karena bisa jadi penolong untuk hidup lebih baik. Sudah banyak contoh sahabat yang awalnya tidak karu-karuan, akhirnya bisa jadi lebih bagus,” katanya.

Gus Ipul juga berpesan agar seluruh warga binaan setelah keluar dari lapas ikut mengkampanyekan agar masyarakat bisa hidup lebih baik. “Hidup di dalam lapas itu tidak enak, dan itu harus dikampanyekan sehingga bisa mengurangi pelaku kejahatan, kata Wagub Jatim.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here