Banyak Pemotongan Anggaran Tak Realistis, Presiden Trump Hadapi Skeptisisme Kongres

0
109

Nusantara.News, Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi sikap skeptis dari anggota Kongres AS terkait anggaran yang diajukan pemerintahannya. Sejumlah anggota Kongres menganggap anggaran yang diajukan Trump tidak realistis. Banyak pemotongan anggaran yang dinilai merugikan rakyat Amerika, termasuk pemotongan dana bantuan asing dan lingkungan hidup.

Sebagaimana dikutip Time, Jumat (17/3), sejumlah anggota Kongres dari Partai Republik, partai yang mendukung Trump ini, tidak sepenuhnya setuju dengan anggaran yang diajukan sang Presiden.

Sejumlah anggota parlemen dari Partai Republik itu menyatakan keraguan mereka tentang sejumlah pemotongan yang diusulkan dalam anggaran Presiden Trump.

Pemerintahan Trump mengusulkan pemotongan sejumlah anggaran yang digunakan untuk program lingkungan, penyiaran publik dan bantuan luar negeri. Pemotongan sebagai konsekuensi dari kenaikan anggaran belanja di bidang pertahanan dan keamanan perbatasan. Sejumlah anggota Kongres dari Partai Republik melihat pada akhirnya Kongres tidak akan meloloskan semua usulan anggaran pemerintah Trump.

“Ini tidak realistis, kita akan membayar peningkatan anggaran pertahanan sepenuhnya dengan membebani anggaran non-pertahanan,” kata Charlie Dent anggota kongres Partai Republik dari Pennsylvania. Dent prihatin Trump akan memotong anggaran penelitian medis di National Institutes of Health.

Sementara, senator lain dari Partai Republik Lindsey Graham dari Carolina Selatan mengkhawatirkan tentang pemotongan anggaran di Departemen Luar Negeri.

“Usulan itu akan ditolak sebelum dibahas, itu tidak akan terjadi,” kata Graham, sebagaimanan dikutip NBC News, Jumat (17/3). “Ini akan menjadi bencana,” tambahnya lagi.

Senator Partai Republik dari Florida, Marco Rubio juga menyatakan keprihatinannya tentang pemotongan anggaran untuk dana bantuan asing.

“Usulan anggaran pemerintahan ini tidak akan benar-benar menjadi anggaran,” kata dia.

“Kami melakukan pembahasan anggaran di sini (Kongres). Pemerintah (hanya) membuat usulan, Kongres yang menentukan.”

Mike Simpson senator dari Idaho, juga Partai Republik mengatakan prihatin tentang pemotongan anggaran untuk Army Corps of Engineers.

“Pemotongan ini mungkin sulit diterima,” katanya.

Senator Republik yang lain Rob Portman dari Ohio mengatakan pihaknya akan melawan sampai titik akhir, terkait pemotongan anggaran lingkungan hidup, terutama untuk program yang diusulkannya ‘inisiatif restorasi danau besar’.

“Saya telah lama memperjuangkan program ini, dan saya berkomitmen untuk terus melakukan semua yang saya bisa untuk melindungi dan melestarikan Danau Erie, termasuk melestarikan program penting ini dan pendanaannya,” katanya.

Sementara, senator Dent mengutip pepatah lama soal kongres, “Intinya di sini adalah Presiden mengusulkan, dan Kongres yang akan menentukan,” katanya. “Dan kami akan melakukan due diligence kami.”

Sebelumnya, pada Kamis (16/3) pemerintahan Presiden Trump mengajukan anggaran untuk tahun fiskal 2018 yang akan dimulai Oktober 2017. Trump meminta pengurangan anggaran pada beberapa departemen, salah satunya anggaran bantuan untuk asing di departemen luar negeri, juga anggaran terkait pelestarian lingkungan. Pemotongan tersebut sebagai konsekuensi keinginan Trump untuk menambah anggaran di bidang pertahanan militer hingga 10%.

Baca: Demi Tingkatkan Anggaran Militer, Trump Potong Bantuan Dana Asing

“Presiden ingin menghabiskan lebih banyak anggaran pada bidang pertahanan, untuk mengamankan perbatasan, untuk menegakkan hukum, untuk memperbanyak kesempatan sekolah, tanpa menambah defisit,” kata direktur anggaran Gedung Putih Mick Mulvaney, Rabu (15/3). []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here