Banyuwangi Pelopor Wisata Syariah di Indonesia

0
179
Peserta Dayung Kano di Pulau Santen

Nusantara.news, Banyuwangi – Inovasi pariwisata di Banyuwangi seolah tidak ada habisnya. Salah satu inovasi yang dilakukan pemerintah Banyuwangi kali ini adalah menyulap Pulau Santen menjadi sebuah destinasi wisata syariah pertama di Indonesia.

Wisata syariah Pulau Santen menjadi gebrakan baru untuk meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Banyuwangi. Menurut Azwar Anas salah satu pertimbangan diadakanya wisata syariah tidak terlepas dari besarnya populasi muslim di Indonesia yang mencapai 200 Juta jiwa dan populasi global sebesar 1,6 miliar.

Selain itu, World Halal Tourisn Summit memprediksi bahwa wisata syariah memiliki masa depan yang cerah dengan perkiraan perputaran uang di industri halal wisata mencapai U$D238 miliar di tahun 2019.

“Banyak negara berlomba menggarap halal tourism. Bahkan negara dengan penduduk muslim minoritas, seperti Thailand, Singapura, dan Jepang, punya jumlah hotel dan restoran bersertifikasi halal yang lebih banyak dibanding Indonesia,” ungkap Anas pada hari Kamis (2/3/2017).

Menurutnya pengembangan destinasi syariah tersebut tidak melulu untuk kalangan muslim. Akan tetapi, destinasi wisata syariah dikembangkan dengan memberikan fasilitas yang mengacu pada kaidah masyarakat muslim.

Beberapa keunikan yang dimunculkan dalam destinasi syariah antara lain adalah jaminan makanan halal, tidak menjajakan alkohol, pemberitahuan waktu jelang beribadah sholat (azan), tempat bersuci lengkap dengan fasilitas tempat ibadah, serta fasilitas berkonsep pemisahan antara laki-laki dan perempuan.

Yang terpenting bagi Anas pengembangan destinasi wisata syariah tidak mengeliminir hak kelompok tertentu dan tidak bermuatan SARA. “Konsep wisata tersebut sama sekali tidak mengandung unsur SARA, tapi bicara soal segmentasi pasar serta strategi pemasaran,” tegasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here