Banyuwangi Sukses dengan Branding Budaya Tradisional

0
434
Banyuwang Ethno Carnival

Nusantara.news, Banyuwangi – Banyuwangi adalah salah satu daerah yang memiliki beraneka-ragam adat budaya yang masih dipertahankan oleh masyarakatnya hingga kini. Berbagai jenis kebudayaan tari, ritual adat, dan beberapa kebiasaan masih dipertahankan oleh masyarakat sebagai nilai khas daerah.

Bahkan,  sebagian ragam budaya yang dimiliki telah menjadi aset budaya nasional seperti Tari Gandung, Tari Seblang hingga upacara adat Tumpeng Sewu. Banyuwangi juga masih memiliki beraneka ragam budaya seperti  Kebo-Keboan, Petik Laut, Barong, Angklung Caruk, dan beberapa kesenian tari lainya.

Latar belakang kultur yang kuat dan beragam inilah yang membuat pemerintah Banyuwangi menjadikannya sebagai branding image, demi memperkenalkan bumi Blambangan di lingkup nasional hingga internasional. Sejak Abdullah Azwar Anas terpilih menjadi bupati, berbagai festival dengan latar belakang budaya tradisonal Banyuwangi ditampilkan dengan wadah program pengembangan nilai budaya daerah.

Uniknya, sebagian besar kegiatan festival selalu dikaitkan dengan kultur dan kebiasaan khas masyarakat Banyuwangi. Festival seni dan budaya dapat dinikmati dalam acara rutin tahunan seperti Banyuwangi Ethno Carnival, Festival Kuwung, Gandrung Sewu, Festival Tari Daerah hingga Festival Kesenian Kawasan Selatan (FKKS).

Aneka festival budaya yang dihadirkan secara konsisten oleh pemerintah itu memberikan sumbangsih yang besar terhadap citra positif daerah. Beragam penghargaan budaya dan pariwisata diraih atas inisitaif Pemkab Banyuwangi menghadirkan potensi budaya mereka.

Tahun 2014 Kementerian Pariwisata mendukung Banyuwangi Ethno Carnival masuk kalender pariwisata nasional. Melalui Menteri Pariwisata Arief Yahya, yang juga putra daerah Banyuwangi, acara Banyuwangi Ethno Carnival masuk dalam promosi wisata yang mencakup nasional maupun mancanegara. Penempatan Banyuwangi Ethno Carnival menjadi salah satu acara yang masuk dalam agenda nasional memunculkan ekspektasi yang besar bagi pemerintah Banyuwangi dalam pengenalan budayanya ke negara lain.

Legitimasi yang diperoleh Banyuwangi Ethno Carnival dari pemerintah pusat untuk dijadikan agenda nasional tidak terlepas dari inovasi dan desain yang diciptakan dalam setiap penyelenggaraan acara. “Banyuwangi Ethno Carnival mempunyai perbedaan dibandingkan festival yang ada di daerah lain, karena mampu mengusung tema kebudayaan lokal dengan desain modern untuk diperkenalkan di luar negeri,” kata Bupati Azwar Anas.

Tahun 2015 Banyuwangi mendapatkan penghargaan kebudayaan dari Kemendikbud. Salah satu aspek yang menjadi penilaian utama adalah Banyuwangi memiliki political will dalam menjaga dan memiliki nilai-nilai budaya bangsa yang memiliki arti penting sebagai acuan untuk menyikapi perubahan.

Di tahun 2017 ini, beragam acara festival  budaya menjadi salah satu unsur pendukung masuknya B-Fest menjadi agenda wisata nasional yang di support oleh Kementrian Pariwisata. Azwar Anas memiliki ekspektasi yang besar dengan pencapaian ini. Menurutnya, B-Fest tidak hanya mempromosikan pariwisata, namun dapat pula mempromosikan potensi Banyuwangi yang meliputi seni dan budaya, kekayaan alam hingga kreativitas masyarakat.

Hadirnya festival budaya membuat Banyuwangi mendapatkan manfaat positif. Di satu sisi festival budaya menjadi penjaga kultur dan keaslian tradisi khas blambangan. Pada lingkup yang lain, Banyuwangi menjadi daerah yang menarik bagi wisatawan untuk berkunjung dan menikmati segala sajian budaya yang dihadirkan. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here