Banyuwangi Tingkatkan Produksi Padi, Tanggulangi Anak Putus Sekolah dan TBC

0
59

Nusantara.news, Banyuwangi – Kabupaten Banyuangi hanya kuat di pariwisata, tetapi masih lemah di peningkatan produksi padi, penanggulangan TBC dan anak putus sekolah.

Hal ini terungkap dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan tingkat Kecamatan (Musrembangcam) 2017 yang digelar di Pantai Blimbingsari, Kamis (16/2/2017). Acara tersebut dihadiri oleh ratusan stakeholder yang mendorong pembangunan akar rumput Banyuwangi.

Dalam sambutannya Bupati Banyuangi Azar Anas kekuatan mengatakan sengaja memilih pantai sebagai tempat musrembangcap, agar merasakan terpaan ombak lautan, yang pas bagi implementasi pembangunan Banyuwangi

“Dari sekarang, justru kita harus mulai mengantisipasi tantangan yang akan datang. Berat, tapi harus kita hadapi karena nahkoda yang tangguh itu lahir dari ombak yang besar,” ungkap Anas. Tantangan yang dimaksud Anas antara lain angka anak putus sekolah, yang tahun 2015 tercatat 5.664 anak, tahun 2016 tinggal 517 anak. Meskipun angka statistik memperlihatkan penurunan, tetapi persoalan putus sekolah menjadi pekerjaan rumah yang wajib diselesaikan.

Pekerjaan rumah lain yang masih belum terselesaikan adalah penderita TBC akibat sanitasi yang kurang terjaga. “Begitu juga dengan produktivitas padi di sejumlah kecamatan yang angkanya di bawah rata-rata produktivitas kabupaten,” tambahnya.

Sampai saat ini sektor pembangunan yang mencolok adalah pariwisata. Pantai Blimbingsari menjadi salah satu contoh lokasi pembangunan tingkat kecamatan dengan beragam potensinya. “Kecamatan Blimbingsari ini memiliki garis pantai yang panjang, cocok sekali untuk pengembangan wisata bahari. Belum lagi dengan geliat ekonomi kreatifnya, seperti kerajinan bambunya,” kata Camat Blimbingsari Abdul Latief. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here