Bapak dan Anak Asal Sidoarjo Berangkat Sendiri Naik Kereta

0
125

Nusantara.news, Surabaya – Kepada Nusantara.news, lelaki asal Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur ini mengaku tengah berburu tiket. Dia mengatakan akan berangkat ke Jakarta Jumat malam 10 Pebruari 2017, naik kereta api.

“Masih mencari tiket ini, rencana berangkat dengan anak saya,” kata Baihaqi kepada Nusantara.news, Kamis (9/2/2017).

Guru di sebuah sekolah menengah yang juga sosial intrepeneur ini mengatakan, keberangkatannya sebagai pribadi tidak mewakili elemen, kelompok atau golongan mana pun.

“Saya berangkat atas nama pribadi, bukan dari golongan atau kelompok tertentu, dan bukan untuk kepentingan politik,” tambahnya.

Mengaku kesiapan mental, fisik dan keuangan telah dilakukan jauh-jauh hari. Keluarga juga telah memberikan restu untuk memberikan dukungan kepada kaum muslimin lainnya menegakkan kebenaran.

Disebutkan, dirinya akan turun di Stasiun Kereta Api Gambir, kemudian bergabung dengan kelompok lainnya termasuk rekan-rekannya yang juga berangkat perseorangan ke Jakarta.

“Saya akan turun Gambir. Dan, yang saya dengar sih banyak juga yang berangkat Jumat Malam. Tapi saya tidak rombongan, saya berangkat sendiri dengan anak saya,” tegasnya.

Ditanya alasannya berangkat ke Jakarta dan mendukung aksi 112, dia mengatakan itu adalah panggilan iman dan menjadi kewajiban muslim untuk ikut berdoa menegakkan kebenaran.

“Alasan saya berangkat ke Jakarta ikut aksi 112, pertama, karena ini adalah panggilan iman, untuk menegakkan kebenaran atas kasus penistaan agama. Jadi tidak ada hubungannya dengan Pilkada DKI, apalagi saya orang Jawa Timur. Kedua, setelah sebelumnya ikut aksi 411 dan 212, saya merasakan ini adalah ekspresi ukuwwah yang luar biasa. Macam-macam ormas, aliran dan lainnya. Dari yang sarungan hingga yang celana cingkrang, semuanya datang,” urai lelaki berjenggot yang murah senyum ini.

Saat ditanya, berapa rekannya yang sama-sama dari Jawa Timur yang ikut berangkat ke Jakarta, dirinya tidak menyebut angka, namun mengatakan ribuan.

“Tujuan saya untuk ikut mendoakan aparat hukum agar bisa untuk bertindak adil, sehingga NKRI aman dan damai. Sekalian saya juga akan berziarah ke makam ibu saya di Jakarta,” katanya.

Ditanya elemen yang akan berangkat Jumat pagi, dan lebih dulu berkumpul di Masjid Al Akbar Surabaya, dia mengaku tidak tahu.

“Tapi saya mendengar, itu dari IIBF, saya bukan anggotanya e,” ucap ayah dari 4 anak ini.

Dia kembali menegaskan, aksi 112 yang diikuti adalah murni karena panggilan iman dan persaudaraan, bukan untuk kepentingan politik.

“Ini panggilan persaudaraan, bukan untuk kepentingan politik, apalagi saya seorang guru,” tegasnya.

Sementara, ditanya terkait himbauan yang terus didengungkan oleh pejabat dari pusat hingga di daerah, khusunya di Jawa Timur, juga menyebutkan alasan yang logis dan masuk akal.

“Lho, yang tidak boleh itu saat hari tenang, 12 Pebruari. Lagi pula besok itu (saat di Jakarta) acarantya di masjid, sangat religius, kita semua mendoakan Indonesia dengan cara istighotsah,” pungkasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here