Bapenas: Tahun 2017 Cina Lebih Berpengaruh Terhadap Pertumbuhan RI

0
48

Nusantara.news, Jakarta – Gangguan perekonomian Indonesia akan datang dari kebijakan dalam negeri pemerintah Cina dan Amerika Serikat. Tapi resiko yang paling serius adalah datang dari rencana Cina mengubah kebijakan pertumbuhan ekonominya dari basis investasi ke konsumsi.

“Meskipun kebijakan Trump ekstrim, tapi yang perlu diwaspadai justru perubahan kebijakan pemerintah Cina yang lebih besar dampaknya bagi perekonomian kita,” papar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas) Bambang Brodjonegoro di kantornya, Jakarta (8/12) lalu.

Toh demikian Bapenas masih optimis, pada 2017 perekonomian Indonesia masih bisa tumbuh pada kisaran 5,1-5,3 persen. Angka ini tidak jauh berbeda dari target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah pada APBN 2017, yaitu sebesar 5,1 persen.

Yang perlu diwaspadai, lanjut Bambang, rencana Cina mengetatkan kebijakan ekonominya untuk menghadapi resiko meningkatnya utang. Sekarang pertumbuhan ekonomi Cina 6,6 persen dan diperkirakan tinggal 6,3 persen pada 2017 nanti.

Satu diantara pengetatan adalah mengalihkan basis pertumbuhan dari investasi ke konsumsi. Pengaruh perlambatan ekonomi Cina terhadap Indonesia mencapai 0,72 persen dari baseline. “Kini mereka menyikapi peningkatan utang swasta dan pemerintah. Tapi lebih banyak pada utang BUMN,” urai Bambang.

Sedangkan pengaruh dari Amerika Serikat, lanjut Bambang, adalah tindak lanjut janji kampanye Trump yang akan menerapkan pengampunan pajak (Tax Amnesty) dan memotong anggaran untuk kebijakan populis. Belum lagi rencana proteksi perdagangan dengan Cina dan Meksiko.

Tapi kebijakan itu dalam hitungan Bapenas hanya berpengaruh 0,4 persen dari baseline. “Ya, kebijakan itu berujung pada pelambatan ekonomi Amerika Serikat dan Global. Investasi Amerika di negara lain, termasuk Indonesia akan menurun,” tandas Bambang.

“Tapi pengaruhnya lebih besar perlambatan ekonomi Cina,” pungkas Bambang.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here