Batik Malangan, Ikon Baru Khas Malang Raya

0
338
Motif Batik Malangan

Nusantara.news, Kota Malang – Kelompok masyarakat di Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang memiliki inisiatif untuk membuat kerajinan batik khas Malangan. Diawali dari kelompok masyarakat, yang kemudian akhirnya didorong oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang dengan dibuatkan suatu wadah atau tempat di daerah kawasan wisata Kampung Budaya Bonderland, Pakisaji, Kabupaten Malang.

Kepala Disparbud Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara, terus mendukung langkah masyarakat ini untuk terus berinovasi, kreasi dan menelurkan suatu produk kemasan budaya yang memiliki nilai ekonomi dengan sekaligus memperkenalkan aspek kebudayaan Malangan guna menggerek ekonomi masyarakat serta sektor kepariwisataan “agar masyarakat dapat mandiri secara ekonomi, mengentas pengangguran sekaligus memperkenalkan budaya asli Malang tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, sejauh ini masih difokuskan pada kerajinan Batik Malangan, hal ini medorong peningkatan kualitas pengrajin batik yang diproyeksikan melahirkan ikon baru yakni batik khas Kabupaten Malang (Batik Malangan).

Ia menjelaskan, peran dari Disparbud Kabupaten Malang dalam proses ini dalam wilayah supporting system, “Dalam hal ini kami melakukan pembinaan dan pendampingan sumber daya manusia serta fasilitator yang juga diambil dari beberapa pengrajin handal guna memberikan masukan atas karya yang akan dibuat,” jelas Made.

Made memberikan masukan bentuk ikon batik Kabupaten Malang yakni  Heart of East Java dengan logo hati sebagai simbol Visi dan Misi Kabupaten Malang.

Ia menambahkan, karena kondisi wilayah Kabupaten Malang dengan topografi yang berbeda, harusnya juga bisa melahirkan ciri khas batik yang berbeda pula antara satu wilayah dengan yang lainnya. “Misalnya wilayah Sumbermanjing Wetan yang terkenal dengan biota laut dan kawasan pesisirnya yang lumayan indah, bisa membuat batik dengan motif biota laut, dan kehidupan enggabaran kawasan pesisirnya.” imbuhnya

Namun, bukan hanya sekedar daya tarik yang ingin dimunculkan dengan keragaman batik yang telah ada ini. “Kita berusaha menciptakan konsep ikon batik Kabupaten Malang tanpa menghilangkan ciri khas yang ada di setiap wilayah, contohnya di Kecamatan Pakisaji sudah ada ikon kesenian topeng, maka dimungkinkan adanya eksplorasi motif topeng dengan logo hatinya Kabupaten Malang.” ujar Made

Di tempat lain, Camat Pakisaji, Suwadji menekankan untuk terus mengoptimalkan lahir dan berkembangnya Batik Malangan yang bisa mencirikan kekhasan di daerah Malang Raya, yang diikuti oleh muatan ikon Kabupaten Malang.

“Batik adalah sebuah produksi yang membutuhkan waktu, tenaga, serta daya tahan, daya tarik dan daya saing. Tanpa itu para pengrajin batik tidak bisa berkembang,” kata Suwadji yang juga menegaskan untuk mencapai hal tersebut wajib adanya pelibatan dari berbagai sektoral terkait.

Suwadji menjelaskan bahwa memang setiap desa dan daerah memiliki potensi, namun bagiaimana kekuatan masyarakat dan beberapa elemen dapar bersatu untuk memunculkannya. “Setiap desa memiliki potensi untuk hal itu. Kami akan mendukungnya secara penuh,” pungkasnya

Pihaknya berharap, potensi ini dapat menjadi kekuatan bagi masyarakat setempat, “Dengan potensi ini harapannya dapat menjadi satu kekuatan ekonomi masyarakat dan daerah dalam mengentas pengangguran, kemiskinan serta mensejahterakan masyarakat khususnya di wilayah pedesaan,” tutupnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here