Batu Sandungan PDIP Jelang Pilkada Kota Malang

0
97
Arief Wicaksono, Ketua DPRD Kota Malang salah satu kader terbaik PDIP DPC Kota Malang (Hino Kertapati)

Nusantara.news, Kota Malang – Beberapa waktu lalu, DPP PDIP melakukan langkah gerilya dalam mengawali pembukaan Pilkada serentak 2018 di Jawa Timur. Komitmen tersebut terbukti dalam kegiatannya melakukan sillaturahmi ke beberapa pondok pesantren di Jawa Timur.

Melihat sub kultur politik provinsi Jawa Timur yang sangat kental dengan corak Nahdlatul Ulama (NU) dan pesantren, sehingga PDIP merasa perlu merangkul dan menjalin hubungan yang baik tokoh dan sesepuh ulama NU.

Pada agenda sillaturahmi Jawa Timur tersebut, rombongan DPP PDIP misalnya berkunjung ke sejumlah kiai NU di Jawa Timur, yakni ke kiai Ponpes Lirboyo Kediri, Ponpes Al-Falah Ploso Kediri, Ponpes Kiai Idris Hamid Kota Pasuruan, Ponpes Genggong Probolinggo, Ponpes Darul Lughoh Waddakwah Bangil, dan Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Karangbesuki, Kota Malang.

Selain itu, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri juga menemui kadernya di Kota Malang. Kehadiran Megawati ini khusus membahas pemenangan Pilgub Jawa Timur serta Pilkada digelar serentak tahun depan.

Corak subkultur politik Kota Malang sebenarnya banyak dipengaruhi oleh kaum Nasionalis. Terbukti dalam Pilkada Kota Malang sebelumnya, PDIP mampu menyabet 11 kursi di DPRD Kota Malang, yang kemudian disusul PKB 6 kursi.

Dominasi PDIP di Kota Malang

Pada Pilkada 2018 nanti, kubu Nasionalis yakni PDIP akan all out memenangkan di segala lini, sebagaimana yang dilakukan pada pilkada 2013 sebelumnya. Dominasi PDIP di Kota Malang memang masih kuat. Di legislatif lokal, PDIP menduduki 11 kursi DPRD dan beberapa kader PDIP Kota Malang pun kerap tampil di depan umum sebagai tokoh.

Sebut saja, Arief Wicaksono sebagai Ketua DPRD Kota Malang, lalu Sri Untari yang  merupakan salah satu kader PDIP terbaik yang menjabat sebagai Anggota DRPD Provinsi Jawa Timur Komisi C. Ia pun juga menjadi Ketua Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) yang memiliki anggota puluhan ribu yang menyebardi malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu). Selain itu, Sri Untari Bisowarno sebagai pengurus Dewan Koperasi Indonesia  Daerah (Dekopinda) Kota Malang.

Hambatan dan Ganjalan PDIP

Tidak semua jalan selalu mulus, dominasi dan pengaruh kuat PDIP di Kota Malang itu menghadapi batu sandungan tatkala inspeksi mendadak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah beberap ruangan pejabat publik di Kota Malang. Beberapa yang igeledah adalah Rangan Walikota dan Walikota beserta Sekretaris Daerah, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB), dan beberapa ruang pimpinan DPRD Kota Malang.

Tidak lama setelah pemeriksaan dan penytaan beberapa asset sebagai bukti temuan indikasi korupsi, pihak KPK menetapkan beberapa nama yang menjadi tersangka korupsi kasus suap terkait pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015.

Dari beberapa orang yang disangka tercatut nama Arief Wicaksono. Hal tersebut dungkapkan oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah yang mengatakan, Arief akan diperiksa sebagai tersangka pada kasus suap terkait pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015.

“Saudara MAW akan diperiksa sebagai tersangka,” kata Febri beberapa waktu lalu di media.

Arief ditetapkan oleh KPK menjadi tersangka atas perkara suap pembahasan APBD P TA 2015. Pada kasus tersebut, KPK juga memanggil Wali Kota Malang Mochamad Anton hari ini. Anton akan diperiksa sebagai saksi untuk Arief.

Arief diketahui menerima uang ratusan juta dari dua pihak. Pada kasus pertama, dia menerima Rp 700 juta untuk pembahasan APBD Perubahan Kota Malang. Suap diduga diberikan Kepala DPUPPB Kota Malang Jarot Edy Sulistyono. Pada kasus ini, KPK telah menetapkan ketiganya sebagai tersangka. Arief disangkakan sebagai pihak penerima suap sementara Jarot dan Hendarwan sebagai pemberi suap.

Sosok yang digadang-gadangkan untuk maju dalam kontestasi Pilkada Kota Malang 2018 tersebut harus terlibat dalam pusaran kasus korupsi yang tengah diselidiki oleh KPK tersebut. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Arief mundur dari jabatan Ketua DPRD Kota Malang. Hal tersebut disayangkan oleh beberapa pengamat politik di Kota Malang.

Rizky Hendrawan, Pengamat Politik Kota Malang menjelaskan kesayangannya Arief Wicaksono terjerat dalam guratan temuan kasus korupsi. “Arief merupakan salah satu kader terbaik DPC PDIP Kota Malang, sosok beliau sebenarnya yang akan digadangkan sebagai lawan M Anton apabila maju kedua kalinnya. Tracrecord Arief cukup diperhitungkan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan mungkin PDIP perlu menyiasati hal tersebut karena salah satu kadernya masuk sebagai tersangka dalam pusaran permasalahan korupsi di Kota Malang.

“Arief orangnya supel, kepada khalayak. Sayang ia harus masuk dalam pusaran kasus korupsi. Ini yang kemudian menjadi PR PDIP Kota Malang untuk menyiasati kondisi ini” jelas pria lulusan FIS UM tersebut.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here