Bebas dari Bui La Nyalla Langsung Konsolidasikan Kadin Jatim

0
82

Nusantara.news, Surabaya – Jam demi jam di hari Selasa di pekan terakhir bulan Desember 2016 (27/12/2016) boleh jadi merupakan momen terpanjang yang dirasakan La Nyalla Mattalitti ketika menjalani sidang yang beragendakan pembacaan putusan majelis hakim di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Drama kasus hukum yang membelit Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur itu akhirnya tuntas setelah 3 dari lima majelis hakim memutuskannya bebas dari semua dakwaan.

Kendati masih ada peluang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur melakukan upaya banding, namun putusan hakim yang membebaskan La Nyalla dari tahanan serta dikembalikan nama baik dan martabatnya, membuat mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim tersebut sedikit bernapas lega.

Putusan bebas itu membuat La Nyala bisa segera tancap gas menjalankan peran dan fungsinya selaku Ketua Kadin Jatim yang terbengkalai sejak ditahan sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana hibah. Salah satu yang ditunggu adalah sikap La Nyalla akan kondisi perekonomian Indonesia dan Jawa Timur khususnya sejak pilihan politiknya di masa Pemilihan Presiden (Pilpres) lalu yang berseberangan dengan hasil pemenang saat ini.

Hal ini dapat dikaitkan dengan kedekatan Presiden Joko Widodo kepada Cina dalam bidang ekonomi. Fenomena ini antara lain terlihat dari berbagai kebijakan pemerintah saat ini yang condong mengarah ke Beijing dan mengabaikan Amerika Serikat sebagai kekuatan ekonomi sejak beberapa dekade di negeri ini.

Sikap kritis La Nyala terlihat jelas dalam menyoroti dominasi pengusaha keturunan maupun serbuan investor asing. Ia bertekad untuk melindungi Jatim sebagai salah satu kekuatan ekonomi nasional. “Pengusaha lokal harus diberi kemudahan untuk bisa bersaing dengan pengusaha asing maupun pengusaha jaringan. Kita harus jadi tuan rumah di negeri sendiri, tentu saja dengan dukungan kebijakan pemerintah provinsi,” tegasnya kala itu.

Ketika dilantik sebagai Ketua Kadin Jatim secara aklamasi pada 2014, La Nyalla sempat menegaskan perekonomian Jatim tidak lepas dari ketahanan sektor usaha kecil mikro dan menengah (UMKM). Karena itu, dalam salah satu programnya, pemberdayaan UMKM menempati prioritas. Termasuk pemberdayaan entrepreneurship di kalangan pemuda .

Kini dengan bebasnya La Nyalla, misi dan visinya kembali ditunggu untuk membawa pengusaha Jatim go internasional sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi dari serbuan produk asing. “Ini peran yang harus ditanggung bersama Kadin Jatim dan Gubernur Jatim selaku kepala daerah,” sebutnya. Langkah awal yang yang ditunggu berbagai kalangan tentu saja solusi La Nyalla untuk menuntaskan dualisme Kadin di mana versi lainnya dipimpin Oesman Sapta Odang dengan Basa Alim Tualeka sebagai penguasa Jatim. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here