Tak Kantongi Sertifikat Laik Fungsi

Beberapa Bangunan di Kota Malang Membahayakan Warga

0
473

Nusantara.news, Kota Malang – Kota Malang lambat laun berganti wajah menuju kota metropolitan. Mall dan bangunan kondominium telah menjadi pemandangan sehari-hari di kota ini. Hal ini diperkuat oleh data pengeluaran rumah tangga Kota Malang, lebih berorientasi pada sektor hotel, restoran dan rekreasi.  

Berdasarkan pertumbuhan riil konsumsi  rumah tangga, paling tinggi mengarah kepada sektor transportasi dan rekreasi mencapai 10,38 persen serta hotel, restoran sebanyak 7,31 persen. Jika kedua kategori ini digabung, maka jumlah pengeluaran konsumsi rumah tangga Kota Malang per 2014 mencapai 17,69 persen atau paling tinggi dibanding jenis konsumsi rumah tangga lainnya.

Dua sektor konsumsi rumah tangga, yakni transportasi dan hotel juga paling tinggi untuk tahun 2015. Sehingga tidak aneh bila wajah Kota Malang dipenuhi aneka gedung tinggi, mall, hotel, dan transportasi dalam kota yang semakin padat. Jumlah hotel di kota ini telah mencapai ± 80-an, dan berpeluang untuk terus bertambah setiap tahunnya.  

Namun, dari sekian banyak hotel di ini, masih terdapat hotel yang keamanannya belum dijamin oleh Pemkot Malang. Hotel-hotel yang dinyatakan belum aman tersebut merupakan hotel kelas bintang yang banyak dikunjungi tamu berkelas. Beberapa hotel tersebut di antaranya adalah Hotel Ijen Suites, Hotel Atria, Hotel Kartika Graha, Hotel Santika, OJ Best Western Hotel, dan Hotel Horison Ultima.

Hotel-hotel ini dinyatakan belum dijamin keamanannya oleh Pemkot Malang, karena berdasar pada  UU 28/2002 tentang Bangunan dan Gedung serta PP 36/2005 tentang Bangunan dan Gedung, dipersyaratkan harus memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Namun  kebanyakan dari hotel-hotel tersebut sampai saat ini mereka belum mengantongi sertifikat laik fungsi (SLF).

Selain hotel, ada juga beberapa bangunan lain di Kota Malang yang belum memiliki SLF, yakni rumah sakit, seperti Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), Unisma, Umm, Hermina, Permata Bunda, Persada Hospital Araya dsb. Ada juga beberapa tempat hiburan yang belum mengantongi SLF, seperti beberapa karaoke dan mall, seperti Vivace, Happy Puppy, Doremi, Grand Pesona dsb. Bahkan, terdapat sekolah dan kampus di kota ini yang belum mengantongi SLF.

“SLF ini penting bagi pengguna dan pemilik gedung. Sebab gedung yang sudah mengantongi SLF, maka keamanannya terjamin. SLF ini sendiri secara detail mengulas dan mengurai keamanan gedung dari berbagai sisi,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang Hadi Santoso.

Hadi Santoso menegaskan, betapa pentingnya kepemilikan SLF bagi pemilik atau pengelola gedung. SLF berguna untuk melindungi masyarakat atau pengguna agar tidak menjadi korban ketika terjadi kecelakaan atau bencana di dalam bangunan tersebut.

Dalam SLF, beberapa komponen yang harus disediakan oleh bangunan antara lain adalah instalasi listrik, fasilitas pemadam kebakaran, pintu atau jalur evakuasi, tangga darurat, amdal lingkungan, kekuatan konstruksi, ketinggian dan ketebalan lantai.

“Dengan memiliki SLF dan teruji, maka tingkat keamanan dan kenyamannya akan lebih terjamin. Pada intinya, pemerintah ingin memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Jangan sampai hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” terang Kepala DPUPR Kota Malang.

Apabila  hal ini dibiarkan maka, maka maraknya berbagai fasilitas bangunan di kota ini dapat membahayakan keselamatan masyarakat. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here