Belajar Toleransi, Pemuda ASEAN Ke Jombang Bulan Oktober

0
302

Nusantara.news, Jombang – Presiden ke empat Indonesia, KH Abdurahman Wahid, yang dikenal sebagai Bapak penganjur pluralisme dan toleransi adalah putra kelahiran Jombang. Di kabupaten ini pada bulan Oktober mendatang akan diselenggarakan ASEAN Youth Camp 2017. Mereka akan berkumpul di Jombang untuk belajar toleransi.

Sabtu (25/2/2017), di Pendopo Kabupaten, Bupati Jombang, Nyono W Suharli kedatangan J.S George Lantu, Direktur Kerjasama Sosial Budaya ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri, Lutfi Rauf, dan Rektor Unipdu (Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum), Profesor Ahmad Zahro. Rombongan tersebut menyampaikan pesan bahwa Jombang dipilih sebagai tempat ASEAN Youth Camp 2017, yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober.

Terkait penunjukkan ini  Bupati Nyono W Suharli menyatakan bahwa Jombang memang layak untuk dijadikan tolok ukur pembangunan toleransi. Hal itu karena di kota inilah terdapat pemersatu bangsa yang juga pendiri Nahdlatul Ulama (NU), yakni KH Hasyim Asy’ari, KH Bisri Syansuri, dan KH Wahab Chasbullah.

Selain itu, di Jombang juga lahir bapak pluralisme yang juga Presiden RI ke empat, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta tokoh-tokoh lain. ”Tokoh-tokoh pemersatu yang lahir di Jombang layak untuk diteladani oleh masyarakat ASEAN, termasuk dunia,” jelas Nyono.

Sekalipun hanya memiliki waktu 6 bulan, mantan Ketua DPD Golkar Jombang ini menyatakan kesediaanya. “Kami bersyukur, Jombang dipercaya menjadi tuan rumah event ASEAN ini. Menjadi kebanggaan bagi kami dan masyarakat Jombang, ternyata Jombang lebih dipercaya daripada kota lain di seluruh Indonesia,” ujar Bupati Nyono.

Nyono pun bergerak cepat, dan mengajukan RTH Kebon Ratu, di Keplak Sari, Peterongan sebagai lokasi kegiatan. Tempat tersebut juga berada di jalur utama kota Jombang yang bisa diakses dari mana saja.

Di tempat yang sama  J.S George Lantu, Direktur Kerjasama Sosial Budaya ASEAN Kementerian Luar Negeri RI menyatakan, pemilihan Jombang karena potensi pembangunan toleransi yang ada di Kabupaten Jombang. “Kami tadi sudah berkoordinasi dengan Bupati Jombang. Kita berfikir, tema utama Islam Rahmatan Lil Alamin serta Harmony Diversity ini cocok dengan Kabupaten Jombang yang memiliki potensi luar biasa dalam membangun toleransi,” katanya kepada awak media.

Juga dijelaskan oleh Lantu mengenai  peserta yang akan ikut berasal dari 10 negara ASEAN, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, Singapura, Laos, Myanmar, dan Kamboja.  Di samping itu, terdapat pula delegasi dari 8 negara mitra ASEAN yang akan diundang yakni Rusia, China, Korea Selatan, Jepang, Kanada, New Zealand (Selandia Baru), Australia, dan India.

“Peserta yang akan hadir tidak hanya pemuda muslim, tapi juga non-muslim. Kami akan berdialog, bagaimana toleransi itu dibangun, bagaimana harmoni itu dalam kehidupan berbeda agama, suku dan ras itu dibangun dengan baik. Biarlah kita membangun itu dari Jombang. Karena banyak ide dari Jombang,” ulasnya.

Kegiatan ini lanjut Lantu ditujukan kepada pemuda karena sebagai penerus pembangunan bangsa diharapkan dapat berpartisipasi secara aktif dalam upaya membumikan konsep toleransi dalam kerangka ASEAN. “Dalam kegiatan ini nanti akan ada Menteri Ketenagakerjaan untuk menjelaskan konsep ketenagakerjaan ASEAN. Kemudian Menpora, Menkopolhukam, dan kementerian terkait lainnya,” urainya.

Dalam kesempatan tersebut, Profesor Ahmad Zahro, Rektor Unipdu Jombang juga menerangkan, kegiatan ini dalam rangka menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang siap untuk menjadi keluarga besar dunia dengan mayoritas penduduk beragama Islam, tapi juga bisa bergaul secara damai, bisa berdampingan dengan damai bersama masyarakat ASEAN maupun dunia. “Kita juga ingin Jombang menjadi rujukan wisata dunia. Karena potensinya sangat luar biasa,” paparnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here