Belanja Pemerintah Berkurang, Pertumbuhan Ekonomi Jember 2016 Menurun

0
202

Nusantara.news, Jember – Pertumbuhan ekonomi Jember tahun 2016 lalu mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Hal itu dipaparkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappekab) Kabupaten Jember dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Pansus DPRD Jember, Selasa, (14/3/2017). Kepala Bappekab Jember, Edy B. Susilo, menjabarkan secara rinci mekanisme ekonomi yang berjalan di Jember. Berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Pemkab Jember, terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi dari 5,33 persen pada 2015 menjadi 5,01 persen pada 2016.

Edy B. Susilo mengungkapkan jika penurunan tren pertumbuhan perekonomian di Jember dipengaruhi oleh banyak faktor. Untuk melihat tren pertumbuhan tidak semata-mata melihat faktor pemerintah saja, akan tetapi melihat secara komprehensif.

“Dukungan sektor swasta menjadi salah satu aspek penting dalam pertumbuhan perekonomian. Kalau kita melihat angka PDRB Jember, angka-angka di sektor perdagangan, perhotelan atau yang menyangkut dengan jasa mengalami peningkatan, sedangkan penurunanya ada di sektor pertanian,” ungkap Edy.

Melihat tren penurunan angka pertumbuhan ini, di tahun 2017 pihak Bappekab akan berupaya menata secara rinci prospek pertumbuhan perekonomian secara lebih teratur. “Kami mengharapkan dengan adanya penataan sesuai tenggat waktu, semisal pertriwulan atau persemester yang berdampak pada serapan anggaran yang tepat sasaran. Penyerapan anggaran menjadi kunci dalam mendorong bergulirnya program, proyek dan belanja masyarakat akan terpacu,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari FE Universitas Jember, Agus Luthfi mengungkapkan faktor penurunan pertumbuhan disebabkan oleh multifaktor,  seperti konsumsi rumah tangga, investasi, pengeluaran pemerintah, ekspor neto (net export). Menurutnya penurunan pertumbuhan perekonomian 2016 salah satunya disebabkan oleh penurunan pengeluaran pemerintah.

“Kalau kinerja pemerintah di tahun 2017 masih sama dengan tahun lalu, maka harapan pertumbuhan ekonomi yang signifikan tidak akan terjadi. Pemerintah harus melakukan pelaksanaan program yang lebih efisien dalam hal praktik di lapangan maupun terkait perbaikan regulasi,” tegas Agus, yang juga Staf Ahli DPRD Jember ini. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here