Benahi Infrastruktur, Kiat Jatim Ungkit Kesejahteraan Masyarakat

0
126
Gubernur Jatim Soekarwo mendampingi Mendagri Tjahjo Kumolo membuka Musrenbang Jatim Surabaya. Foto: Nusantara.news

Nusantara.news, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, salah satu syarat mengungkit kesejahteraan masyarakat adalah dengan memacu pembangunan infrastruktur agar perputaran barang, baik yang berasal dari dan keluar dari Jawa Timur berjalan lancar.

“Terdapat beberapa proyek strategis sebagai prioritas yang akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan dan perekonomian masyarakat di Jatim,” ujar Soekarwo saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur di Grand City, Surabaya, Rabu (12/4/2017).

Untuk infrastruktur darat, misalnya, Pemprov Jatim sedang membangun jalan tol mulai ujung timur di Banyuwangi sampai barat, yang menghubungkan wilayah Jawa Timur dengan Jawa Tengah. Secara berurutan akan dan sedang dibangun jalan tol Mantingan – Kertosono dengan progress 61,04 persen, Kertosono – Mojokerto progress 83,01 persen, Mojokerto – Surabaya progres 79,18 persen, Krian-Legundi-Bunder, Gempol – Pandaan sudah diresmikan sejak 2015, Pandaan – Malang progress 4,03 persen, Gempol – Pasuruan progress 39,65 persen, Pasuruan – Probolinggo progress 18,56 persen, Probolinggo – Banyuwangi.

“Khusus jalan tol Mojokerto – Surabaya akan dioperasionalkan satu lajur pada lebaran 2017. Tujuannya agar masyarakat yang ingin mudik bisa mempersingkat waktu, “ ujar Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Soekarwo.

Dalam pelaksanaan pembangunannya, diakui permasalahan yang menjadikan pembangunan belum berjalan optimal, khususnya terkait pengadaan lahan tanah wakaf, tanah kas desa, dan beberapa aset pemerintah. Untuk itu, pemecahannya dilakukan melalui penitipan uang pengganti ke kas Negara. “Apabila nantinya diputuskan pengadilan harga naik, pihak pengelola akan memberikan kekurangannya,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga melakukan pembangunan jalan lintas pantai selatan dengan panjang 676, 82 kilometer yang melintasi wilayah Kabupaten Pacitan, Tenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, dan Kabupaten Banyuwangi. Saat ini sudah terbangun sektiar 390,92 km atau 57,8 persen, dan yang belum terbangun sektiar 285,9 km atau 42,2 persen.

Jika dihitung, pembangunan jalan lintas selatan masih membutuhkan dana sekitar Rp3,961 triliun. Dana akan diperoleh melalui pinjaman IDB , pinjaman lanjutan dan diusulkan untuk melalui APBN dan sumber pendanaan lain.

Untuk jalur darat, Pemprov Jatim juga menyiapkan double track kereta api yang menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Timur. Untuk sisi Jawa Timur, jalur double track sepanjang 206 kilometer dengan rute Kedungbanteng – Madiun 56 kilometer, Madiun – Jombang 86 kilometer, Jombang – Wonokromo 64 kilometer. Termasuk juga akan membangun kereta cepat Jakarta – Surabaya, double track  lintas timur Surabaya – Banyuwangi dan jalur kereta Stasiun Sidotopo menuju Bandara Internasional Juanda.

Jalur udara juga akan ditingkatkan infrastrukturnya diataranya melalui pengembangan Airport City Juanda, menjadikan Bandara Internasional Terbatas Abd. Rahman Saleh Malang dengan rute yang diusulkan Malang – Singapura, Malang – Malaysia dan embarkasi haji. Pemprov juga akan membangun bandara di Kediri, dan lahan sudah tersedia. Itu bertujuan untuk memacu pertumbuhan ekonomi wilayah selatan Jawa Timur yang terpadu dengan Jalan Lintas Selatan (JLS) dan juga meningkatkan potensi pariwisata di sekitar Kediri.

Untuk jalur laut, akan dibangun Pelabuhan Paciran terhadap tol laut, pembangunan Pelabuhan Prigi Trenggalek telah dilakukan persiapan pelaksanaan meliputi update kelayakan dan pembebasan lahan, pembangunan Pelabuhan Tanjung Awar-Awar Tuban, Pelabuhan Probolinggo, Pelabuhan Brondong di Lamongan dan Pelabuhan Boom Banyuwangi.

“Kesemuanya itu akan meningkatkan konektifitas Jatim dengan daerah lain seperti Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah,” urai Pakde Karwo.

Sebagai upaya menyediakan air bersih, juga sedang dalam tahap pembangunan Spam Umbulan yang akan memberikan manfaat bagi 1,3 juta jiwa atau 260 ribu sambungan rumah. Direncanakan bisa selesai pada tahun 2020 yang mengaliri beberapa wilayah di antaranya Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan kawasan industri PIER.

Semoga pembangunan yang sedang berjalan di Jawa Timur berjalan lancar, termasuk berbagai rencana pembangunan lainnya. Tentu saja, jika semua infrastruktur jalan di Jawa Timur telah terhubung akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here