Benarkah KTP Aspal Muluskan Kemenangan Ahok?

0
323

Nusantara.news, Kota Batu  – Beredarnya isu KTP Aspal (Asli tapi Palsi) dalam Pilkada DKI Jakarta semakin menguat, KTP Palsu itu jelas ada fisiknya, semua data yang tertera pada KTP Aspal tersebut sama dengan data yang tertera pada KTP asli kecuali foto dan tanda tangan.

Hal tersebut ditegaskan kembali oleh Abdul Malik, Ketua Forum Komunikasi Rakyat Jakarta dalam sebuah talkshow. Ia menyebut, masuknya KTP Aspal tersebut, berdasar  perolehan data dari Bea Cukai dan pengakuan Mendagri.

Sementara itu, Barqah Prantama, pengamat politik Universitas Brawijaya mengatakan, fenomena KTP Aspal tersebut justru sangat berbahaya jika kasusnya dapat dibuktikan.

“Apabila KTP Aspal yang ditangkap itu masuk dalam DPT. Nah, DPT sendiri pemutahirannya kapan? Kan jauh dalam pemilihan. Ini justru yang maksud saya berbahaya.” ujarnya kepada Nusantara.News, Sabtu (18/2/2017)

Barqah melanjutkan dengan melempar penyataannya, “Kenapa bisa masuk? Hal ini yang menyebabkan asumsi orang akan kemana-mana seolah kejadian ini sudah massif, sistematif dan terstruktur. Itu kalau terbukti KTP Aspal dan DPT berkaitan,” tukasnya

“Apabila hal tersebut berhubungan (Red: KTP Aspal & DPT), boleh jadi ada keterlibatan KPU juga dalam pelaksanaannya, kenapa penduduk fiktif tersebut bisa masuk ke DPT?” imbuh Barqah.

Isu yang berkembang cukup massif di khlayak, termasuk naiknya tingkat partisipasi pemilih, manifest pemilih dalam jumlah yang signifikan dari suatu daerah yang masuk secara massif ke Jakarta, serta habisnya kertas suara di beberapa TPS.

Dia menjelaskan bahwa memang bisa saja trik seperti ini dipakai yang kemudian berpotensi untuk memuluskan siapa saja yang terlibat secara sadar dengan itu semua, terlebih yang memilik kepentingan

Barqah menutup pernyataan dengan resah, “Keadaan seperti ini, sulit rasanya bagi siapapun juga untuk tidak khawatir apabila keduanya berkaitan.” []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here