Berebut Kiai Sepuh di Pilgub Jatim, Siapa Unggul?

0
76
"Ini dua sosok yang maju di Pilgub Jatim, 27 Juni 2018. Waspadai politik uang"

Nusantara.news, Surabaya – Atmosfir jelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur terus menyeruak ke segala penjuru, disebar dan menghiasi hampir semua media massa di Jatim juga nasional. Balutan dukung mendukung pun menjadi penyedap dan pastinya diharapkan menjadi senjata pemikat pendulang suara saat pencoblosan nanti, 27 Juni 2018.

Kedua kandidat, pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno pun tak henti mendekati rakyat, pastinya berharap dan juga untuk memastikan dukungan bakal mengarah ke pasangannya, menuju jabatan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim.

Gus Ipul Didukung Kiai dan Mantan Gubernur

Cak Imin “Ini keputusan para ulama, para kiai, Gus Ipul manut kata kiai” (Foto: Tim GI-Puti)

Sesuai dengan kultur wilayah Provinsi Jatim yang mayoritas warganya Nahdlatul Ulama (NU), tak boleh dianggap enteng. Keberadaan mereka yang berjumlah besar, harus mendapat porsi besar dan harus sering di dekati. Itu, tentu untuk mengais suara melimpah untuk unggul di pemilihan kepala daerah.

Kemarin misalnya, sejumlah kiai sepuh pengasuh pondok pesantren dan ibu nyai dari berbagai daerah di Jatim berkumpul di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Selasa (2/2/2018). Di forum itu tampak hadir, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul serta Puti Guntur. Acara itu dikemas dalam “Forum Silaturahim Masyayikh dan Pengasuh Pondok Pesantren Se-Jawa Timur” bertujuan memantapkan pemenangan Gus Ipul-Puti Guntur di Pilkada 2018.

Baca juga: Janji Calon Kepala Daerah, Catat dan Tagih Jika Ingkar

Hadir juga di antaranya KH Zainuddin Jazuli dan KH Nurul Huda Jazuli pengasuh Pondok Pesantren Ploso Kediri. Serta KH Miftahul Akhyar pengasuh Pesantren Miftachussunnah, Surabaya dan KH Hasan Mutawakkil Alallah yang juga pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo.

Juga tampak hadir Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi, pimpinan Partai Gerindra, DPW PKS Jatim dan Wakil Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.

Saat itu, mendadak dan tak terjadwal ikut hadir di tengah forum itu mantan Gubernur Jatim Imam Utomo, yang muncul saat sambutan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar.

“Selamat datang Pak Imam Utomo,” sapa Cak Imin. Imam Utomo disambut hangat para ulama, kemudian dipersilahkan duduk di depan.

Muhaimin menegaskan, sudah saatnya Jawa Timur dipimpin santri atau kader NU yang oleh Cak Imin dimandatkan kepada Gus Ipul.

“Ini keputusan para ulama, para kiai, Gus Ipul manut kata kiai. Kalau selama ini usulan pada Pakde Karwo diterima tapi belum tentu dilaksanakan, nanti insyaallah, 2018, Gus Ipul akan langsung melaksanakan,” ujar Cak Imin yang serentak disambut tepuk tangan undangan.

Dalam sambutannya, Imam Utomo menyatakan dirinya adalah santri para ulama. “Kalau para ulama sudah memutuskan Gus Ipul, ya saya ikut para kiai,” kata Imam Utomo.

Pensiunan Mayjen TNI-AD itu kemudian mengisahkan, Gus Ipul adalah figur yang sabar. Kesabaran itu, lanjut Imam sangat luar biasa. “Kalau tidak tahan, biasanya Gus Ipul datang ke pondok. Menangis di depan kiai. Dan sekarang sudah saatnya Gus Ipul harus jadi, saya dukung,” ucap mantan Gubernur Jatim sebelum Soekarwo itu.

Sebelumnya, KH Anwar Iskandar menyatakan bergabungnya Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno merupakan wujud kerja sama kekuatan Islam moderat terbesar di Indonesia (NU) dengan kekuatan nasionalis.

“Partai yang mengusung PKB dan PDIP harus kerja keras. Juga PKS dan Gerindra. Begitu pula kita semua harus kerja keras untuk menyukseskan Gus Ipul dan Mbak Puti, yang merupakan cucu Bung Karno,” kata Gus War.

Gerakan Goin NU, Khofifah Dielukan Ribuan Santri dan Didoakan Kiai

Khofifah “Lembaga survei menyebut jumlah warga NU 63 persen dari total penduduk, 255 juta. Hampir 130 juta warga NU di Indonesia. Kalau satu orang dalam sebulan urunan seribu rupiah saja, maka ketemu Rp130 miliar. Ini sangat luar biasa untuk kemakmuran” (Foto: Tim KIP-Emil)

Sementara, di acara “Lounching Gerakan Koin NU” di Tulungagung, kehadiran Khofifah juga tak kalah pamornya mendapat dukungan selain dari santri juga dari para kiai yang tersebar di Provinsi Jatim. Di acara itu, kehadiran Khofifah tak henti terus dielu-elukan pendukungnya. Sedikitnya ada 10 ribu warga Nahdlatul Ulama (NU) Tulungagung menyemut di acara itu. Dipimpin oleh para kiai, mereka khusuk berdoa agar Khofifah-Emil diberikan berkah dan mampu mengemban amanah untuk memimpin Provinsi Jatim. Tak ketinggalan Kiai Ma’ruf juga ikut mengajak warga NU mendoakan keberhasilan untuk pasangan Khofifah-Emil.

Antusias massa NU menyambut kehadiran bakal Cagub Jatim yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa di acara yang dikemas pengajian akbar di Launching Gerakan Koin NU Nusantara Menuju NU Mandiri yang digelar Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kalidawir, Tulungagung, Selasa (6/2/2018) malam.

Sebelum memulai pidatonya, Khofifah melakukan penandatanganan piagam bersama Inisiator Gerakan Koin NU yang juga Pengasuh Ponpes Wali Songo Sragen, Jawa Tengah, KH Ma’ruf Islamudin. Selanjutnya, secara simbolis, dilakukan penyerahan kotak koin berwarna hijau ukuran sembilan sentimeter kepada ketua MWCNU Kalidawir dan seluruh ketua Banom NU.

Baca juga: Gus Ipul Janjikan Program dan Anggaran Khusus untuk Madura

Khofifah menuturkan, launching gerakan koin NU menunjukkan wujud kemajuan NU di Tulungagung yang sukses membangun partisipasi aktif kaum Nahdliyin. Khofifah menyebut, jika gerakan tersebut dicanangkan dan dilakukan secara nasional, maka akan terkumpul ratusan miliar dalam sebulan.

“Sejumlah lembaga survei menyebut jumlah warga NU adalah 63 persen dari total penduduk, 255 juta. Maka hampir 130 juta warga NU di Indonesia. Kalau satu orang dalam sebulan urunan seribu rupiah saja, maka ketemu Rp130 miliar. Ini sangat luar biasa,” terang Khofifah.

Khofifah “Gerakan Koin NU wujud kemajuan NU yang sukses membangun partisipasi aktif kaum Nahdliyin. Jika gerakan tersebut dicanangkan dan dilakukan secara nasional, maka akan terkumpul ratusan miliar dalam sebulan” (Foto: Tim KIP-Emil)

Khofifah juga memberi penghormatan yang tinggi kepada Kiai Ma’ruf atas inisiatifnya membuat gerakan koin NU. “Jatim ini gudangnya NU, tapi soal koin harus impor dari Sragen,” selorohnya yang disambut aplaus puluhan ribu jamaah.

“Ini jariyah Kiai Ma’ruf dan untuk Jatim dimulai dari MWCNU Kalidawir. Jadi berbahagialah NU, Banom dan Baser Kalidawir karena mendapat kehormatan, kemuliaan serta prioritas diberlakukannya koin NU,” tambahnya.

Mantan Menteri Sosial itu mengatakan sangat berterima kasih kepada Ketua Tanfidziah PCNU Tulungagung, KH Abdul Hakim Musthofa serta puluhan ribu jamaah yang hadir, lantaran mendapat kesempatan untuk bersilaturahim. Di sisi lain, dia juga minta doa restu di pencalonannya di Pilgub Jatim bersama Emil Elestianto Dardak.

“Insyaallah saya dan Pak Emil akan ikut Pilgub Jatim. Nanti pemilihannya pada 27 Juni 2018. Saya mohon doa restu, minta dukungannya dan dipilih. Semoga Allah SWT memberi kita kemenangan,” ucapnya disambut gemuruh ribuan orang pertanda kesanggupan.

Tak ketinggalan Kiai Ma’ruf juga ikut mendoakan agar Khofifah-Emil selalu mendapat ridhoi dari Allah SWT untuk memimpin Jatim, serta dimudahkan segala urusannya.

“Kalau saya enggak bisa memilih, karena dari Jawa Tengah. Tapi saya akan terus berdoa mudah-mudahan Allah meridhoi Bu Khofifah untuk memimpin Provinsi Jawa Timur,” tegas Kiai Ma’ruf, yang diamini semua undangan.

Berebut Berkah dari Kiai Sepuh di Jatim

Imam “Kalau para ulama sudah memutuskan Gus Ipul, ya saya ikut para kiai” (Foto: Tim GI-Puti)

Dapat diterka, dua kandidat yang maju di Pilgub Jatim ini tak bisa meninggalkan pengaruh dan keberadaan kiai juga santri. Itu, karena selain mereka berlatar belakang NU, juga karena massa pemilik suara di Jatim sebagian besar adalah warga Nahdliyin, mereka lah penentu kemenangan.

Dan, semoga saja warga NU di Jatim mendapatkan pemimpin yang amanah, dan mampu mengemban tugasnya dengan baik. Bekerja untuk menyejahterakan rakyat, memajukan Provinsi Jatim menjadi lebih baik. Tidak hanya mengejar kemenangan apalagi menuruti nafsu untuk sekedar mendapatkan kursi jabatan.

Untuk mewujudkan itu, warga NU pastinya tidak hanya sekedar menyalurkan hak suara di Pilkada. Namun, dituntut kejelian agar suara yang disalurkan benar-benar untuk sosok pemimpin yang bisa mengayomi, melindungi dan menyejahterakan rakyat serta menjalankan pembangunan seperti yang tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah dan panjang.

Untuk diketahui, di pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim dua pasangan kandidat dipastikan maju berebut simpatik menuju jabatan ‘Jatim Satu dan Jatim Dua’. Adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak, didukung Partai Demokrat, Golkar, NasDem, Hanura, PAN, PPP, PKS dan PKPI. Sementara pasangan Gus Ipul-Puti Guntur diusung PKB, PDIP, Gerindra dan PKS.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here