Beredar Kabar Djarot – Abdon Maju di Pilkada Sumut

0
4196
Djarot Saiful Hidayat saat kampanye Pilkada DKI Jakarta pada 9 November 2016 lalu ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A./kye/16

Nusantara.news, Jakarta – Di sejumlah Group WhatsApp dan media online di Medan ramai dihebohkan tentang kemungkinan DPP PDI Perjuangan menugaskan pasangan Djarot – Abadon maju sebagai Cagub-Cawagub Sumatera Utara (Sumut). Namun sejumlah pengurus DPP PDI Perjuangan yang dihubungi Nusantara.news belum menanggapi kemungkinan pencalonan ini.

Kabar itu disambut gembira oleh Simson Sumanjuntak, bekas pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem). Di akun Facebook Simson Juntak miliknya, aktivis 98 di Medan, Sumatera Utara, ini menulis: “Kalau issue ini jadi kenyataan, bakal dahsyat ini pertarungan. Pasangan ini akan menjadi darah segar buat Sumut di dalam menatap masa depan dan menyongsong perubahan” dengan tak lupa menuliskan taggar #DjarotForSumut1.

Heboh tentang kemungkinan pencalonan Djarot juga dibenarkan oleh media online lokal Medanbisnisdaily.com yang menyebut, “Banjir” kabar bahwa Djarot Saiful Hidayat bakal diusung PDI Perjuangan menjadi calon Gubernur Sumut pada Pilkada 2018 hampir mustahil bisa dibendung. Apalagi disebut-sebut mantan pasangan Ahok pada Pilgub DKI Jakarta 2017 tersebut akan melakukan “roadshow” ke Sumut pada 26 Desember lusa.

Sedangkan nama calon Wakil Gubernur yang sudah dibidik Tim Djarot dari kader dan simpatisan PDI Perjuangan di Sumut adalah Abdon Nababan yang semula berjuang mendapatkan tiket Pilkada Sumut lewat jalur perseorangan. Abdon Nababan adalah seorang tokoh Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang juga mantan Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).

Mantan Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Abdon Nababan

Abdon adalah juga penerima penghargaan Ramon Magsaysay Award 2017 di Manila, Filipina. Lewat satu group percakapan di WhatsApp, Minggu (24/12), Abdon membenarkan adanya sejumlah kalangan yang ingin memasangkan dirinya bersanding dengan Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada di Sumatera Utara.

“Orang-orang yang memunculkan nama saya itu umumnya dekat dengan PDIP,” ungkap Abdon sebagaimana dikutip Medanbisnisdaily.com dari grup WA.

Orang-orang yang mengusungnya itu, jelas Abdon, juga sedang gencar melakukan lobi-lobi ke sejumlah pengurus DPD dan DPP PDI Perjuangan. “Oleh AMAN saya diperbolehkan memasuki jalur partai dengan syarat harus berpasangan dengan calon gubernur yang bersih dari tindak korupsi serta kejahatan lainnya,” terang Abdon.

Terkait rencana kehadiran Djarot di Sumut untuk bertemu sejumlah kalangan itu dibenarkan oleh Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Sarma Hutajulu. “Namun saya belum tahu jadwal persisnya,” ujar Sarma kepada wartawan Medanbisnisdaily.com. Sedangkan Ketua Bidang Hukum DPP PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan yang dihubungi Nusantara.news lewat SMS dan WA Chat belum menjawab.

Namun sinyal majunya Djarot sebagai Calon Gubernur Sumut sebenarnya dapat dibaca berdasarkan pernyataan Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Japorman Saragih. Dalam penegasannya di Medan, Rabu (20/12) lalu Japorman menyebutkan tidak akan ikut-ikutan mengusung Erry Nuradi atau Edy Rahmayadi, melainkan akan mengusung kader sendiri.

“Kau lihat saja nanti, yang pasti bukan dari dua nama yang ramai disebut-sebut itu. Bisa jadi dari internal partai. Tebak-tebak saja dululah, nanti kukasih tahu,” yjar Japorman sebagaimana dikutip dari Medanbnisnisdaily.com.

Sebenarnya di antara nama kader, Djarot yang merupakan mantan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta serta mantan Walikota Blitar itu tidak banyak disebut. Yang muncul adalah nama Effendi Simbolon yang pernah mencalonkan sebagai Cawagub Sumut 2013 dan Maruarar Sirait yang disebut-sebut sebagai tokoh muda potensial di PDI Perjuangan.

Sinyal itu juga disampaikan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 3 Pilar di Serpong, Tangerang, Banten, pada Minggu (17/12) lalu. “Calon Gubernur Sumut sudah mengerucut. Tinggal diumumkan saja,” ujar Hasto yang kala itu juga tidak menyebutkan nama.

Persoalannya, apabila PDI Perjuangan hendak memajukan calon sendiri, baik itu Djarot atau calon yang lain di Pilkada Sumut, sebagai partai politik yang memiliki 16 dari 100 kursi di DPRD Sumut, masih membutuhkan dukungan paling sedikit 4 kursi lagi untuk bisa mendaftarkan pencalonannya ke KPU.

Di antara partai-partai yang mendapat 4 kursi atau lebih di Sumut ada Partai Amanat Nasional (PAN) 6 kursi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 4 kursi, Partai Nasdem 5 kursi dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 9 kursi.

Sedangkan partai politik dengan kekuatan 10 kursi ke atas di Sumut, masing-masing Golkar sebagai partai pemenang pemilu legislatif 17 kursi, PDI Perjuangan 16 kursi, Partai Demokrat 14 kursi, Partai Gerindra 13 kursi, dan Partai Hanura 10 kursi. Namun partai-partai dengan 10 kursi ke atas umumnya sudah punya calon sendiri.

Di luar itu, masih ada 2 partai lagi yang mendapatkan suara di bawah 4 kursi, masing-masing Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 3 kursi dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 3 kursi.

Paling mungkin bagi PDI Perjuangan adalah membidik PAN atau PKS yang kabarnya telah mendukung Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Edy Rahmayadi yang kemungkinan tidak mendapatkan izin dari Panglima TNI untuk maju dalam Pilkada Sumut.

Ada juga yang berharap Djarot – Abdon juga mendapatkan restu dari Partai Golkar. Namun tampaknya sulit meskipun bukan berarti tidak mungkin. Sebab dalam berbagai kesempatan Partai Golkar menjelaskan partainya tetap akan merekomendasikan Erry Nuradi.

Namun sebagai partai pemenang nomer 2 di Sumut, tampaknya bukan perkara sulit bagi PDI Perjuangan membidik partai lainnya untuk menggenapi persyaratan pasangan calon yang dimajukannya dalam Plkada Sumut. Artinya, kalau Djarot jadi dimajukan dan berpasangan dengan Abdon Nababan, persaingan dalam Pilkada Sumut akan semakin seru.

Tapi siapa partai politik yang akan menggenapi persyaratan pencalonan itu, kita tunggu saja kabar berita selanjutnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here