Bermaksud Mentersangkakan, Edward Malah Jadi Tersangka

0
313
Pengusaha Edward Soeryadjaya ditersangkakan dan dicekal oleh Kejaksaan Agung terkait korupsi Dana Pensiun Pertamina.

Nusantara.news, Jakarta – Teka-teki kehidupan terkadang sulit ditebak, karena Sang Khaliq yang menentukan siapa akan menjadi apa. Itulah nasib yang diderita Edward Seki Soeryadjaya, pengusaha kondang itu hendak mentersangkakan Sandiaga Salahudin Uno, malah dirinya yang terlebih dahulu menjadi tersangka.

Terkadang Allah menempuh jalan melingar untuk sebuah keangkuhan, cara kerja Allah pada gilirannya menentukan siapa sesungguhnya yang berhak dimuliakan dan siapa yang harus menelan kehinaan. Semua berpulang pada perilaku masing-masing.

Belum lama ini Kejaksaan Agung telah mengajukan pencegahan bepergian ke luar negeri untuk Edward Seky Soeryadjaya, Direktur Ortus Holding yang merupakan pemegang saham mayoritas PT Sugih Energy Tbk (SUGI). Pencekalan ini seiring dengan pentersangkaan dirinya sekaligus untuk memudahkan pemeriksaan terkait dengan dugaan pembobolan Dana Pensiun Pertamina.

“Sudah diajukan pencekalan ke Imigrasi sejak yang bersangkutan menjadi saksi,” kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Warih Sadono, di Jakarta, Kamis, (2/11).

Pencekalan dilakukan terhadap Edward untuk jangka waktu enam bulan ke depan dan bisa diperpanjang sesuai dengan kepentingan penyidikan. Warih mengatakan pencekalan ini untuk memudahkan penyidik melakukan pemeriksaan yang bersangkutan dalam kasus dana pensiun Pertamina yang diinvestasikan tersebut.

Edward merupakan seorang pengusaha Indonesia, anak pertama dari penguasaha William Soeryadjaya (Pendiri PT Astra Internatioal Tbk). Lewat Ortus Holding, Edward sempat menawar proyek pengerjaan monorail Jakarta yang sempat mandeg 10 tahun. Namun karena tidak terjadi kecocokan akhirnya proyek monorail tak dikerjakan dan mandeg hingga saat ini.

Pembobolan dana

Edward Soeryadjaya ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengelolaan Dana Pensiun Pertamina senilai Rp1,4 triliun di PT Sugih Energy Tbk (SUGI) berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-93/F.2/Fd.1/10/2017 tanggal 27 Oktober 2017.

Ia disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Edward diduga telah menikmati keuntungan yang diperoleh dari hasil pembelian saham SUGI yang dilakukan Muhammad Helmi Kamal Lubis, saat menjabat sebagai Direktur Utama Dana Pensiun Pertamina.

“Tersangka ESS telah menikmati keuntungan yang diperoleh dari hasil pembelian saham SUGI oleh Presdir Dana Pensiun Pertamina,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung M. Rum.

Mantan Presiden Direktur Dana Pensiun Pertamina 2013-2015, Muhammad Helmi Kamal Lubis, saat ini menjadi terdakwa dalam kasus tersebut dan menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Kasus tersebut bermula pada pertengahan 2014, Edward selaku Direktur Ortus Holding Ltd berkenalan dengan Helmi saat menjabat sebagai Direktur Utama Dana Pensiun Pertamina. Edward bermaksud meminta agar Dana Pensiun Pertamina membeli saham SUGI.

Edward kemudian menginisiasi Helmi untuk melakukan pembelian saham SUGI senilai Rp601 miliar melalui PT Millenium Danatama Sekuritas. Belakangan, BPK menemukan adanya kerugian negara dalam pembelian saham SUGI tersebut sebesar Rp599 miliar.

Perbuatan Helmi dalam pembelian saham SUGI tersebut, telah mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp599,43 miliar.

Hal itu sesuai Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif dalam rangka perhitungan kerugian keuangan negara, atas kegiatan penempatan investasi pengelolaan Dana Pensiun Pertamina Tahun 2013-2015 pada Dana Pensiun Pertamina oleh Badan Pemeriksa Keuangan RI Nomor: 7/LHP/XXV-AUI/06/2017 tertanggal 2 Juni 2017.

Pembelian saham SUGI oleh Dana Pensiun Petamina tersebut dinilai janggal dan diduga terjadi mark up. Sebanyak  8,1% dengan nilai Rp700 miliar, patut diduga adalah rekayasa.

Sahan SUGI dibeli saat  memiliki beban keuangan yang membengkak 348% menjadi US$5,49 juta telah menekan kinerja perseroan.

Atas permintaan Ortus Holding, Ltd. uang yang diterima oleh PT Millenium Danatama Sekuritas dari hasil transaksi penjualan saham SUGI Dana Pensiun Pertamina tersebut, telah dipergunakan untuk menyelesaikan pembayaran kewajiban pinjaman/kredit dari Ortus Holding, Ltd. milik ESS sebagai berikut, pembayaran pinjaman dengan jaminan repo saham SUGI milik Ortus Holding, Ltd. total sejumlah Rp51,74 miliar.

Kemudian pembayaran pinjaman dengan jaminan repo saham SUGI milik Ortus Holding, Ltd. total sejumlah Rp10,61 miliar. Pembayaran pinjaman dengan jaminan repo saham SUGI milik Ortus Holding Ltd. total sejumlah Rp52,65 miliar dan pembayaran kewajiban Sunrise Aseet Grup Limited kepada Credit Suisse total sejumlah Rp29,26 miliar.

Pembayaran pinjaman dengan jaminan repo saham SUGI dari Ortus Holding, Ltd. total sejumlah Rp461,431 miliar.

Menjerat Sandi

Sebelumnya Edward sangat bernafsu akan mentersangkakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno. Edward melaporkan Sandi ke polisi terkait tuduhan tindak pidana penggelapan. Sandiaga dilaporkan bersama rekan bisnisnya, Andreas Tjahyadi.

Kuasa hukum Edward, Fransiska Kumalawati Susilo, mengatakan bahwa Andreas dan Sandiaga diduga melakukan penggelapan dalam penjualan sebidang tanah di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten, pada 2012.

“Penggelapan tanah kurang lebih satu hektar di Jalan Raya Curug,” kata Fransiska beberapa waktu lalu.

Fransiska mengatakan pihaknya berupaya menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan bersama Andreas Tjahyadi dan Sandiaga Uno sejak Januari 2016. Namun, Andreas dan Sandiaga tak menanggapi baik upaya penyelesaian itu.

“Terakhir saya coba hubungi Sandiaga lewat WhatsApp tapi tidak dibalas. Kalau Andreas saya sudah lama tidak komunikasi,” kata Fransiska.

Andreas Tjahyadi dan Sandiaga Uno dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Rabu (8/3). Laporan tersebut diterima dengan nomor 1151/III/2017/PMJ/Dit. Reskrimum. Mereka dilaporkan melanggar Pasal 372 KUHP.

Nampaknya pergerakan kasus Sandi belakangan mandeg, malah kasus Edward yang di-follow up Kejaksaan. Alasannya selain karena nilainya besar, cara-cara menjebol Dana Pensiun Pertamina terbilang kasar.

Jadi wajar kalau pada akhirnya Edward yang lebih dahulu ditersangkakan, plus dicekal, lantaran barang bukti terlalu kasat mata dan semua unsur korupsi terpenuhi. Tinggal bagaimana Kejaksaan Agung memaksimalkan materi dan gugatan hukum dengan pasal yang jelas.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here