Bersiap Maju di Pilgub Jatim, Jenderal (Purn) & Birokrat Merapat ke Golkar

0
56

Nusantara.news, Surabaya – Setelah Saifullah Yusuf yang tercatat sebagai orang pertama mendaftar untuk mengikuti penjaringan bakal calon Gubernur Jawa Timur. Sejumlah nama kemudian bermunculan juga mengambil formulir untuk mendaftar maju di Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018, mendatang melalui DPD Partai Golkar Jawa Timur, di Surabaya.

Di antara nama-nama tersebut ada mantan Staf Khusus Panglima TNI, Mayjen TNI Purnawirawan Istu Hari Subagio. Berbekal pengalamannya di militer dan setelah pensiun awal tahun 2017 telah menceburkan diri di Partai Golkar, putra kelahiran Kertosono itu mengaku optimistis namanya akan diperhitungkan oleh tim seleksi dan penjaringan DPP Partai Golkar.

Kedatangan mantan Pangdam I/Bukit Barisan itu diantar sejumlah orang tim sukses dan pendukungnya, dan diterima oleh Tim Desk Pilkada dipimpin Freddy Purnomo, serta disaksikan fungsionaris dan kader Partai Golkar lainnya.

Hari Subagio tercatat sebagai pendaftar ke empat di antara sejumlah nama lainnya yang lebih dulu mendaftar.

Kepada wartawan, mantan tentara itu mengaku jiwanya terpanggil untuk melanjutkan pengabdian. Serta bertekad akan bekerja keras menjadikan Provinsi Jawa Timur menjadi lebih baik. Termasuk untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

“Sebagai putra daerah asal Jatim, jiwa saya merasa terpanggil untuk mengabdikan diri di daerah kelahiran saya,” ujar Hari Subagio usai pengambilan formulir pendaftaran di Ruang Rapat Gatra, DPD Partai Golkar Jawa Timur, Jumat (18/8/2017).

Hari Subagio lahir pada 13 November 1958, karier militernya diawali setelah dirinya lulus dari Akademi Militer pada 1983. Sejak menyandang pangkat Letnan Dua berbekal keilmuan sebagai infanteri dirinya mulai mengemban sejumlah tugas. Tugas pertamanya sebagai komandan peleton di Yonif 141/ AY JP (Aneka Yudha Jaya Prakosa) adalah Batalyon Raider di Kodam II Sriwijaya.

Jabatan strategis lainnya yang pernah diemban, sebagai Komandan Korem 131/Santiago dengan pangkat Kolonel. Kemudian, juga pernah menjabat sebagai Gubernur Akademi Militer tahun 2012 hingga 2013. Selanjutnya pernah menjabat Pangdam I/Bukit Barisan pada tahun 2013 hingga 2014. Setelah itu, pada 2014 menjabat sebagai Staf Khusus Panglima TNI. Jabatan tersebut merupakan jabatan terakhirnya sebelum pensiun, Desember 2016, dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal.

Setelah itu, karier politiknya diawali dengan menjabat Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilihan Umum DPD I Partai Golkar Jawa Timur. Dengan tekadnya ikut bursa pemilihan bakal Gubernur Jawa Timur, dirinya mengaku segera bergerak cepat mengumpulkan dukungan masyarakat Jawa Timur.

Sementara itu, pada proses pendaftaran, turut mendampingi adalah sejumlah pengurus DPD Golkar yang diterima langsung oleh Tim Desk Pilkada, dipimpin Freddy Purnomo.

Selain mengaku optimistis namanya akan dipertimbangkan oleh DPP Golkar, dirinya akan mengikuti hasil yang diputuskan oleh partai, baik sebagai bakal calon gubernur atau wakil gubernur.

“Saya serahkan sepenuhnya ke partai, sebagai mantan prajurit saya siap melakukan yang terbaik untuk masyarakat Jawa Timur,” tegasnya.

Sementara, tim penjaringan bakal calon menyebut proses yang dilakukan adalah ketetapan partai. Merupakan proses untuk menjaring calon pemimpin pemerintahan, yang mumpuni, berkarakter dan sesuai dengan keinginan masyarakat Jawa Timur.

Incumbent, Birokrat, Mantan Tentara berebut dukungan Golkar

Selain nama Hari Subagio, tak ketinggalan juga datang pendaftar dari birokrat, yakni pejabat Inspektorat Pemerintahan Provinsi Jawa Timur, yakni Nurwiyatno, yang juga mengambil formulir penjaringan melalui Golkar Jawa Timut. Mengenakan kemeja putih dan mengenakan peci. Nurwiyatno tampak optimistis namanya juga bakal diperhitungkan oleh DPP Golkar.

Kepada wartawan Nurwiyatno juga akan melakukan kerja keras untuk mewujudkan Jawa Timur lebih baik dari yang telah dikerjakan pendahulunya, Soekarwo-Saifullah Yusuf.

“Dua kali saya datang ke DPD Golkar ini, pertama saat silahturahmi dan halal bi halal MKGR. Dan, saat ini saya mendaftar sebagai bakal calon untuk mengikuti penjaringan. Selanjutnya saya siap dengan hasil yang dilakukan oleh Partai Golkar, semua yang saya lakukan adalah untuk kebaikan Jawa Timur,” ujar Nurwiyatno seraya meminta doa restu kepada rakyat Jawa Timur.

Nurwiyatno, adalah Kepala Inspektorat Provinsi Jawa Timur. Tercatat pernah menjabat sebagai Plt Wali Kota Surabaya. Sebelumnya juga mendaftar melalui DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Minggu (16/7/2017).

Saat mendaftar, pemilik sapaan Cak Nur itu diantar ratusan pendukungnya. Dengan naik Jeep terbuka, Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur itu juga bersilaturahmi ke sejumlah tokoh politik di Jawa Timur. Menurutnya, untuk kemajuan Jawa Timur harus dipimpin tokoh religius-nasionalis.

Saat itu, Sekretaris PA GMNI Jawa Timur Onny Setiawan menuturkan, Cak Nur memiliki tiga modal sebagai bekal maju menjadi bakal calon Gubernur Jawa Timur. Pertama, karena tergolong birokrat senior di Pemprov Jawa Timur. Diharapkan memiliki pemahaman berbagai persoalan pemerintahan di daerah.

Kedua, dinilai memiliki dan telah terbangun komunikasi politiknya dengan baik. Ketiga, berpengalaman karena pernah aktif sebagai aktivis di GMNI Universitas Jember, yang hingga sekarang menjadi Ketua PA GMNI Jawa Timur.

Sebelumnya, rentan waktu pendaftaran yang dimulai 7 hingga 19 Agustus 2017, Golkar Jawa Timur telah menerima dua nama pendaftar. Saifullah Yusuf dan Kombes Pol M Syafiin.

“Nama-nama kandidat yang telah mendaftar nantinya akan dilakukan verifikasi. Kemudian diserahkan ke pusat (DPP Partai Golkar) dan selanjutnya menjadi kewenangan DPP melakukan rekomendasi,” tegas Freddy.

Lanjut Freddy, proses tersebut merupakan bagian dari mekanisme dan ketetapan partai. Tujuannya mencari pemimpin Jawa Timur yang layak sesuai harapan rakyat. Bisa dari kader internal maupun eksternal.

Kita tunggu saja, nama siapakah yang akan muncul, didukung alias direkomendasi oleh Partai Golkar. Dan, semoga muncul pemimpin yang tidak hanya sekedar berlomba mengejar jabatan gubernur atau wakil gubernur. Melainkan sosok pemimpin yang siap bekerja untuk memajukan Jawa Timur menjadi lebih baik.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here