Berziarah ke Makam Kartini, Ini Doa Khofifah kepada Kaumnya

0
95
Mensos Khofifah Indar Parawansa saat berziarah ke makam R.A. Kartini.

Nusantara.news, Rembang – Usai berziarah ke makam Raden Ajeng (RA) Kartini di Rembang, Jawa Tengah, Jumat (21/4), Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa khawatir atas rendahnya tingkat pendidikan kaum buruh perempuan. “Mereka masuk kategori unskilling labour,” ujarnya.

Sampai sekarang ini, beber Khofifah, perempuan di Indonesia yang tidak lulus SMP masih sekitar 60 persen. Tidak jarang pula di antara yang muda-muda menjadi korban perdagangan manusia. Kalau pun bekerja biasanya di sektor domestik seperti pekerja rumah tangga yang tidak membutuhkan banyak keterampilan.

Sebelum berziarah ke makam Pahlawan Nasional yang diakui sebagai pelopor emansipasi itu, Khofifah sempat memimpin upacara peringatan Hari Kartini ke-43 yang berlangsung di Alun-Alun Rembang, Jawa Tengah. Upacara itu diikuti 1500-an peserta, termasuk Bupati Rembang Abdul Hafidz.

Dalam sambutannya Khofifah mengingatkan Bangsa Indonesia sudah dibekali referensi luar biasa tentang kesetaraan perempuan yang diingatkan kembali oleh Kongres Wanita Indonesia 1928, namun sebenarnya sudah diawali sejak 1926.

Namun kenyataannya, lanjut bakal calon terkuat Gubernur Jawa Timur ini, sejak proses awal kemerdekaan hingga sekarang ini rupanya belum terbangun kesetaraan pengakuan atas pemberian kesempatan pendidikan pada kaum perempuan.

“Öleh karena itu kalau mereka masuk pasaran kerja masih banyak yang unskilling labour. Jadi kita harus melakukan akselerasi, percepatan,” tutur Khofifah dengan gayanya yang lugas.

Maka penting sekali, tandas Khofifah, untuk menyapa perempuan-perempuan di pedesaan, di daerah-daerah tertinggal, di pegunungan, di perbatasan, dan pulau-pulau kecil.

Tugas penyadaran itu, sambung Khofifah, menjadi tanggung-jawab bersama kita sebagai sebuah bangsa. Untuk itu Khofifah mengajak seluruh pihak mengajak kaum perempuan untuk bangkit karena memiliki kesempatan sama untuk meraih kemenangan, kebahagian dan kesejahteraan.

Itulah doa yang dipanjatkan Khofifah saat berziarah ke makam Pahlawan Nasional R.A. Kartini, yaitu menjauhkan kaum perempuan dari kebodohan, kemiskinan dan ketertinggalan.

“Ya, tadinya kan saya tidak mau mimpin doa, tapi karena diminta akhirnya saya yang mimpin doa. Itu spontan muncul ketika saya berada di sisi pusara R.A. Kartini. Mudah-mudahan dikabulkan oleh Allah SWT,” pungkas Ketua Umum Muslimat Indonesia ini.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here