BI Dorong UMKM Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

0
76
Ilustrasi UMKM binaan Bank Indonesia (Sumber: Tanjung PuraTIMES)

Nusantara.news, Kota Malang – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan salah satu wadah dari kelas masyarakat menengah ke bawah untuk mendongkrak pereknomian dan kebutuhan hidup mereka.

Perlunya perhatian khusus pada UMKM menjadi tugas pemerintah untuk menguatkan perekonomian masyarakat. Selain tugas Dinas perdagangan dan Perindustrian atau Koperasi dan UMKM di setiap daerah. Persoalan UMKM juga menjadi salah satu tanggung jawab Bank Indonesia (BI).

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Jawa Timur, mendorog UMKM denga memfasilitasi untuk mengenali potensi sekaligus selera pasar (konsumen) terkait berbagai produk yang dihasilkannya. Hal tersebut yang akan membuat produknya bisa terjual cepat dan massif di pasaran sehingga meningkatkan pendapatan ekonomi para pelaku UMKM.

“Menjadi penting bagaimana kemudian, UMKM juga menjadi perhatian dimana UMKM merupakan salah satu roh ekonomi masyarakat, harus dibina dan dikembangkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat itu sendiri,” kata Dudi Herawadi, Kepala Perwakilan BI Malang kepada wartawan, Rabu (20/12/2017).

UMKM yang menjadi binaan BI dari tahun ke tahun meningkat signifikan, termasuk jumlah kredit yang dikucurkan dari perbankan di wilayah kerja BI Malang juga meningkat.

“Hingga saat ini kredit yang dikucurkan perbankan di wilayah kerja BI Malang untuk UMKM mencapai Rp40 triliun dan 36 persen atau sekitar Rp14 triliun diantaranya untuk pembiayaan UMKM,” jelas dia.

Pihaknya menyebut bahwa kredit yang dikeluarkan BI melampaui target. “Untuk target nasional, penyaluran kredit UMKM pada tahun ini sekitar 20 persen dan di wilayah BI Malang sudah mencapai 36 persen dari total kredit yang disalurkan.

Namun, meski mendapatkan kucuran kredit cukup besar, masih banyak kendala yang dialami UMKM, di antaranya adalah daya saing yang masih kurang. Oleh karena itu, perlu ada pembinaan untuk meningkatkan kualitas setiap produk yang dihasilkan oleh para pelaku UMKM.

Dudi akan berupaya memfasilitasi UMKM untuk menangkap potensi pasar. Selain itu, juga untuk mengenalkan produk-produk UMKM agar lebih dikenal masyarakat luas, melalui manajemen dan penataan UMKM.

“Melalui pendidikan, latihan, pembekalan serta pameran dimana tengah dilakukan beberapa waktu lalu. Dengan pameran, UMKM akan diberi ruang atau pasar dimana datangnya konsumen untuk membeli produk mereka,” jelas dia.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang, Tri Widyani mengatakan kondisi UMKM kini cukup tangguh dari serbuan badai dan derasnya arus ekonomi.

Namun, banyak persoalan yang harus dihadapi, terutama masalah permodalan dan kemampuan SDM yang kurang menguasai teknologi. Adapun juga permasalah manajemen pengelolaan dan pemasaran yang belum berkembang.

“Penguasaan teknologi dimana penjualan berbasis online hari ini cukup marak. Jika UMKM dapat menjangkau dan memanfaatkan itu. UMKM akan bisa berkembang dan penguatan daya saing,” pungkas wanita berhijab tersebut.

Untuk meningkatkan daya saing itu, lanjutnya, perlu menggandeng banyak pihak, termasuk menggelar banyak pameran di lokasi-lokasi strategis agar konsumen lebih mengenal produk UMKM. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here