BI Jatim Dorong Sentra Pangan Untuk Tekan Laju Inflasi

0
72

Nusantara.news, Surabaya – Naiknya harga cabai dan dicabutnya subsidi listrik sedikit banyak bakal mengerek laju inflasi di awal tahun 2017. Terus, apa kiat Bank Indonesia (BI) Jawa Timur untuk menekan lajunya inflasi?

Kepala Bank Indonesia (BI) Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah menuturkan, laju inflasi hanya bisa ditekan dengan mempertahankan stabilitas harga pangan. Untuk itu pihaknya akan bekerja-sama dengan Badan Usaha Milak aerah (BUMD)mengoptimalkan keberadaan Puspa Agro menjadi percontohan agar harga pangan stabil, karena memperpendek jalur distribusi dari produsen ke peritel langsung.

“Disitu, semua kebutuhan pangan tersedia. Distribusi juga bisa dilakukan secara langsung kepada peritel. Sehingga harga yang ditawarkan bisa jauh lebih murah dan otomatis bisa menahan laju inflasi,” terang Difi, Jumat (27/1/2017) di Surabaya.

Difi juga menambahkan, keberadan  BUMD yang menjadi sentra dagang komoditas akan menjadi solusi jangka panjang untuk menahan lajunya inflasi Jawa Timur. Pasalnya, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jatim masih saja mengandalkan operasi pasar untuk menjaga harga komoditas pangan.

“Operasi Pasar memang dampaknya langsung bisa menekan inflasi, namun ini tak bisa dilakukan terus menerus. Harus ada program jangka panjang yang bisa menekan lajunya inflasi Jatim di sektor pangan. Operasi Pasar yang dilakukan oleh Bulog dampaknya hanya sementara saja,” tambahnya.

Nah, jika memiliki BUMD sentra dagang yang baik, tentu pasokan komoditas pangan bakal melimpah. Rantai distribusi juga tidak terpotong. Sehingga harga pangan pun akan semakin murah, masyarakat tentu tidak akan dihantui oleh harga pangan yang melambung.

“Nantinya, bakal diterapkan daerah surplus harus menyuplai daerah minus. Sehingga disparitas harga bisa ditekan,” lanjut pria kelahiran Magelang ini.

Sementara itu, Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Daerah BI Jatim, Taufik Saleh mengatakan rasio inflasi Jatim sepanjang tahun lalu mencapai 2,74%. Jumlah tersebut jauh lebih baik dibanding inflasi nasional yang tercatat menembus 3,02%.

Untuk tahun ini, rasio inflasi diyakini bakal meningkat. Hal itu rencana pemerintah menaikan harga LPG. Selain itu, subsidi listrik juga akan mengalami kenikan secara bertahap. “Namun, kami yakin rasio inflasi tahun ini masih dibawah batas maksimal, yakni 4%,” tegasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here