Bila Saja Dana Sembako Jokowi untuk Beasiswa

0
95
Di hari ulang tahunnnya yang ke-56 tahun, Jokowi dan istri bagi-bagi sembako di Bogor.

Nusantara, JAKARTA – Bertepatan hari ulang tahunnya yang ke-56, Presiden Jokowi membagi-bagikan 3.000 paket sembilan bahan pokok (sembako) kepada warga di Kampung Ciawi, Harjasari, Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/6/2017)

Di tengah warga, Jokowi tampak menikmati suasana bagi-bagi sembako tersebut. Ia turut membagikan sembako dan menyalami satu persatu warga yang menerima.

Pujian dan ucapan selamat pun mengalir dari warga yang penerima sembako. “Terima kasih Pak Jokowi. Semoga, bapak tetap sehat dan dilindungi Allah dalam memimpin negara ini,” ujar seorang ibu disambut senyum Jokowi.

Tak sampai d isitu, Jokowi pun melanjutkan acara bagi-bagi sembako ke daerah lain di Bogor, Jawa Barat.

Selama menjadi Presiden, Jokowi memang kerap membagi-bagikan hadiah. Dalam sejumlah kunjungan kerjanya di daerah, Jokowi sering bagi-bagi hadiah berupa sepeda kepada siswa sekolah atau santri. Biasanya, sebelum bagi hadiah, Jokowi menggelar kuis dan bagi siswa atau santri yang bisa menjawab, maka langsung diberi hadiah sepeda.

Namun, bila saja kebiasaan bagi-bagi hadiah, seperti sembako dan sepeda itu dialihkan untuk membiayai pendidikan anak-anak cerdas yang kurang mampu, mungkin akan jauh lebih bermanfaat.

Sebab, hadiah yang dibagikan itu bisa jadi nilainya tidak sedikit. Misalnya sembako yang umumnya dibagi harganya Rp200.000 jika dikali 3.000, maka nilainya mencapai Rp600.000.000. Apalagi, jika paket sembako itu hadiah dari seorang presiden, bisa jadi isi paketnya jauh lebih mahal.

Namun, semahal apapun sembako itu hanya bisa dinikmati si penerima maksimal sepekan. Artinya, sembako itu hanya untuk memenuhi kebutuhan sesaat warga.

Dan, bagi-bagi sembako keuntungan hanya sebatas pencitraan layaknya pentas para calon kepala daerah pada gelaran pemilihan kepala daerah (pilkada). Padahal, di negeri ini masih banyak anak cerdas tidak mampu yang membutuhkan bantuan dana.

Di era rezim Soeharto, pernah ada program beasiswa. Seperti beasiswa Supersemar yang dikhususkan bagi mahasiwa kurang mampu yang berprestasi. Ribuan mahasiswa penerima Supersemar yang tersebar di perguruan tinggi ternama di Tanah Air sangat terbantu. Karena bisa mendapatkan bantuan dana hingga Rp10 juta per tahun.

Begitupun di era Soekarno, banyak pemuda cerdas yang dibiayai pendidikannya dan akhirnya bisa mengabdikan diri untuk kemajuan bangsa dan negara ini, di antaranya, mantan Presiden BJ. Habibie.

Bila saja, dana sembako yang dibagikan Jokowi di Bogor itu dialihkan untuk beasiswa bagi penerima Supersemar, maka dengan Rp600 juta bisa membantu biaya sekolah 60 mahasiswa berprestasi. Bukan mustahil, akan lahir pemimpin masa depan yang cerdas untuk membawa negeri ini berdiri sejajar dengan negara lain yang sudah maju. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here