Bilal Masjid: Dulu Sempat Kagum Ahok, Sekarang Tidak Lagi Deh…

0
407

Nusantara.news, Malang – Pernyataan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok yang menyudutkan Ketua MUI KH Maruf Amin saat menjadi saksi dalam kasus penodaan agama yang digelar Pengadilan Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017) lalu, tidak hanya menjadi perhatian dan menjadi pergunjingan di kalangan orang – orang yang punya interest politik tetapi juga menjadi perhatian orang awam.

Seorang bilal mesjid di Kota Malang bernama Muslihin bahkan bisa bercerita cukup detil mendetil bagaimana Ahok dan tim pengacaranya mencecar KH Maruf Amin.

Saat bertemu dengan Nusantara.news di Malang, Jumat (3/2/2017) malam, Muslihin menumpahkan unek uneknya.

Dia menceritakan, dulu ketika masih menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta, Muslihin mengaku sempat mengagumi Ahok. Pernyataan pernyataan Ahok yang lantang, baginya merupakan wujud dari profilnya sebagai pejabat yang bersih.

Ketika kasus Sumber Waras marak diberitakan di media massa, di mana Ahok bersitekak dengan Ketua BPK, Muslimin masih memihak Ahok.

Muslimin mengemukakan, kepercayaannya mulai sedikit goyah ketika Ahok dikait-kaitkan dengan kasus reklamasi. Sejak itu, kasus demi kasus yang terkait dengan Ahok terus bermunculan. Pelan-pelan kepercayaan Muslihin terkikis.

“Ketika Ahok  berbicara begitu kepada KH Maruf Amin, bukan hanya kepercayaan saya hilang, tetapi saya juga mulai bersikap sebaliknya,” kata Muslihin sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Muslihin mengatakan, kata kata lantang Ahok yang dulu dia tafsirkan sebagai cermin keberaniannya membersihkan pejabat korup di DKI, sekarang ditafsirkan sebagai cermin pribadi Ahok yang kasar yang kurang mengindahkan kesantunan.

“Bener Mas, dulu sempat saya kagum, sekarang  udah enggak deh, udah tahu saya itulah aslinya,” katanya kembali mengeleng-gelengkan kepala.

Muslihin berharap kegaduhan yang ditimbulkan  Ahok bisa segera reda. “Iya, betul mas, sekarang saatnya kita merajut kembali nusantara, kembali pada khittah dan jati diri bangsa,” katanya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here