Efek Domino Korupsi e-KTP

Blanko E-KTP Kosong Sebabkan Pelayanan Terhambat

0
249

Nusantara.news, Situbondo – Blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP),  masih belum tersedia alias kosong di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Situbondo. Akibatnya, puluhan ribu warga yang membutuhakn e-KTP, terpaksa menggunakan Suket atau Surat Keterangan  domisili sementara.

Menurut Kepala Dispenduk Capil, Muhammad Sifa, pihaknya belum menerima kiriman blanko prasyarat pengurusan e-KTP. Sejauh ini  pihaknya masih belum mendapatkan kepastian kapan pemerintah pusat akan melaksanakan pengiriman.

“Kabarnya, Pemerintah sangat berhati-hati melelang blangko, mengingat mencuatnya dugaan korupsi e-KTP Pemerintahan sebelumnya. Sudah dua kali proses lelang blangko e-KTP gagal dilakukan,” ungkapnya, Sabtu (11/3/2017).

Sifa juga mengungkapkan, jika pihaknya terpaksa memberikan surat keterangan domisili untuk menyiasati kosongnya blanko. Kosongnya blanko cukup menghambat pelayanan e-KTP.

“Surat keterangan domisili merupakan pengganti sementara e-KTP. Warga bisa mempergunakannya mengurus keperluan apapun.  Sedangkan masa berlaku surat keterangan domisili yaitu enam bulan,” ujarnya.

Kosongnya blanko e-KTP tidak hanya terjadi di Situbondo saja, tetapi seluruh daerah di juga Indonesia mengalaminya. Pemerintah pusat menginstruksikan kepada seluruh daerah untuk mengeluarkan surat keterangan domisili sementara sebagai ganti e-KTP.

Salah satu prasyarat pelayanan publik yang berkualitas adalah terpenuhinya seluruh instrumen pendukungnya. Persoalan e-KTP menjadi bukti ketika persoalan dugaan korupsi di tingkat pusat memunculkan efek domino berupa hambatan dalam layanan publik di seluruh daerah. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here