Bondowoso Perpanjang Siaga Bencana

0
104

Nusantara.news, Bondowoso – Potensi cuaca buruk yang masih bisa datang  sewaktu-waktu membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur memperpanjang status darurat bencana hingga akhir Maret 2017.

“Mengingat curah hujan masih tinggi hingga bulan Maret ini, kami memperpanjang status darurat bencana hingga akhir Maret ini,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bondowoso, Winarto, Selasa (21/3/).

Perpanjangan tersebut berdasarkan rekomendasi Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karang Ploso Malang. Dalam rekomendasi yang diberikan BMKG, diperkirakan wilayah Bondowoso masih akan diterjang hujan lebat hingga bulan Maret 2017.

“Perpanjangan ini berdasarkan rekomendasi BMKG Karang Ploso. Dari rekomendasi tersebut, Bupati Bondowoso memperpanjang status darurat bencana hingga akhir maret,” katanya.

Winarto mengimbau seluruh masyarakat Bondowoso agar selalu waspada melewati titik rawan, seperti Kecamatan Wringin hingga Kecamatan Ijen. Di taun 2017, tercatat telah terjadi beberapa kali pohon tumbang, dua kali longsor, dan sekali angin puting beliung.

“Kami mengimbau warga untuk berhati-hati bila melewati titik rawan longsor dan banjir, kami juga sudah menyiapkan rambu-rambu mulai dari Arak-arak hingga Sempol,” tegasnya.

Wilayah Bondowoso memang rawan terhadap bencana longsor, karena makin luasnya lahan kritis. Longsor terjadi setiap tahun pada kawasan-kawasan perbukitan dan lereng pegunungan yang seringkali melanda permukiman perdesaan, merusak prasarana irigasi, air bersih, jalan dan jembatan serta lahan-lahan pertanian masyarakat.

Selain bencana banjir dan longsor kabupaten ini juga rentan terhadap beberapa bencana lainnya yaitu bahaya gunung berapi, karena di sebelah timur terletak gunung berapi, Gunung Ijen dan Gunung Raung. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here