BRICS Bubar, Cina Dibujuk Menjadi Soko Guru Ekonomi Dunia (1)

0
226

Nusantara.news – Kegeraman Trump atas kejayaan Cina memang beralasan, karena sejumlah prestasi Cina mengancam keunggulan Amerika Serikat (AS) sebagai raksasa ekonomi dunia. Sebut saja negara terbesar perdagangan dunia, RMB/Yuan dijadikan mata uang keempat dunia selain USD, Yen, Euro, dan Poundsterling. Belum lagi unggul dalam produksi di berbagai sektor dan Cina berhasil dengan konsep One State Two Systems. Trump pada pidato terakhir kampanye berteriak: “Apa yang didapat AS setelah 20 tahun? Menjadi polisi dunia dengan 7 armada, stabilitas moneter dunia, penyangga utama lembaga donor IMF, World Bank, dan penjaga demokrasi dunia?”.

Jelas pidato Trump mengikuti jejak saudara tuanya Inggris yang keluar dari Uni Eropa (Brexit). Inggris merasa Uni Eropa hanya memperkuat Jerman yang menggantikannya sebagai negara terkuat di Eropa saat ini.  Langkah Inggris konon akan diikuti oleh Belanda, Perancis, Austria, dan Italia. Apakah globalisasi dianggap gagal? Induknya kapitalisme global dianggap hanya melahirkan kesenjangan sosial dan tidak mampu mengangkat kemiskinan di berbagai belahan negara, termasuk di Indonesia. Sewaktu krisis di AS pada tahun 2008 dengan American Buble dan bangkrutnya properti akibat perlambatan ekonomi dunia ditandai dengan bangkrutnya Lehman Brothers yang merupakan salah satu Soko Guru Keuangan dunia.

Sejak itulah Cina menjadi mitra dagang AS. Cina diminta membeli SUN dan Obligasi AS karena overlikuiditas, dan GDP (Gross Domestic Product) terbesar di dunia. Produk-produk Cina mulai beredar di pasar AS, bahkan produk-produk konsumen elektronik menggeser dominasi Jepang .

Cina berkembang dan tidak berhenti di situ, bersama Rusia, Brazilia, India dan Afrika Selatan pada tanggal 16 Juni 2009 mendeklarasikan persekutuan negara-negara tersebut di atas dengan nama BRICS. Hal ini berdasarkan proyeksi ekonomi Jim O’Neill dari Goldman Sachs Bank di AS, yang menyatakan bahwa gabungan perekonomian 5 negara BRICS ini akan mengalahkan negara-negara kaya Eropa, maupun AS. Dengan jumlah penduduk 3 milyar (40% penduduk dunia), menjadi persekutuan kuat karena bergabungnya 2 negara Sosialis yang menjadi seteru AS dalam perang dingin. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) I dihadiri oleh: Presiden Brazil, Luiz Inacio Lula da Silva; Presiden Rusia, Dmitry Medvedev; Perdana Menteri India, Manmohan Singh; dan Presiden Cina, Hu Jintao.

Setelah itu, setiap tahun KTT diselenggarakan di negara anggota secara berurutan. Pertama kali diadakan di Yekaterinburg–Rusia pada tanggal 16 Juni 2009; Kedua diselenggarakan pada 15 April 2010 di Brazil; Ketiga diselenggarakan di Sanya–Cina pada tanggal 14 April 2011; Keempat diselenggarakan di New Delhi–India pada tanggal 29 Maret 2012; Kelima di Durban–Afrika Selatan, tanggal 26 Maret 2013; Keenam diselenggarakan di Brazil, tanggal 14 Juli 2014; Ketujuh diselenggarakan di Ufa–Rusia, tanggal 8 Juli 2015. Dan KTT BRICS kedelapan diselnggarakan pada Oktober 2016 di Goa–India Barat.

Profil Negara-negara Anggota BRICS (data tahun 2014 sebagai Highlight)

Berikut ini adalah Profil negara-negara Anggota BRICS (Brasil, Rusia, India, Cina dan Afrika Selatan)

Brazil

Ibukota : Brasília
Luas Wilayah : 8.515.770 km2
Jumlah Penduduk : 204.259.812 (est. Juli 2015)
PDB PPP : US$ 3,07 triliun (2014)
PDB Per Kapita : US$ 15.200,-
Mata Uang : Real (BRL)
Hari Kemerdekaan : 7 September 1822 (dari Portugal)
Lagu Nasional : “Hino Nacional Brasileiro” (Brazilian National Anthem)

Rusia

Ibukota : Moskow
Luas Wilayah : 17.098.242 km2
Jumlah Penduduk : 142.423.773 (est. Jul 2015)
PDB PPP : US$ 3,56 triliun (2014)
PDB Per Kapita : US$ 24.800 (2014)
Mata Uang : Ruble (RUB)
Hari Kemerdekaan : 24 Agustus 1991 (dari Uni Soviet)
Lagu Nasional : “Gimn Rossiyskoy Federatsii” (National Anthem of the Russian Federation)

India

Ibukota : New Delhi
Luas Wilayah : 3.287.263 km2
Jumlah Penduduk : 1.251.695.584 (est. Juli 2015)
PDB PPP : US$ 7,27 triliun (2014)
PDB Per Kapita : US$ 5.800,- (2014)
Mata Uang : Rupee (INR)
Hari Kemerdekaan : 15 Agustus 1947 (dari Inggris)
Lagu Nasional : ” Jana-Gana-Mana” (Thou Art the Ruler of the Minds of All People)

Cina (Tiongkok)

Ibukota : Beijing
Luas Wilayah : 9.596.960 km2
Jumlah Penduduk : 1,367,485,388 (est. Juli 2015)
PDB PPP : US$ 17,63 triliun (2014)
PDB Per Kapita : US$ 12.900,- (2014)
Mata Uang : Yuan (RMB)
Hari Kemerdekaan : 1 Oktober 1949 (terbentuknya Republik Rakyat Cina)
Lagu Nasional : “Yiyongjun Jinxingqu” (The March of the Volunteers)

Afrika Selatan

Ibukota : Pretoria
Luas Wilayah : 1.219.090 km2
Jumlah Penduduk : 53,675,563 jiwa
PDB PPP : US$ 683,1 miliar (2014)
PDB Per Kapita : US$ 12.700,- (2014)
Mata Uang : Rand (ZAR)
Hari Kemerdekaan : 31 May 1910 (dari Inggris)
Lagu Nasional : “National Anthem of South Africa”

Data-data diatas seperti Ibukota, Luas wilayah, Jumlah penduduk, PDB PPP, PDB Per Kapita, Mata Uang, Hari Kemerdekaan, dan Lagu Nasional dikutip dari CIA World Factbook.

PDB PPP adalah Pendapatan Domestik Bruto dengan perhitungan keseimbangan kemampuan berbelanja atau sering disebut juga dengan Paritas Daya Beli (PPP = Purchasing Power Parity).

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here