Budaya Lokal Siap Bertanding Sambut Kompetisi Global

0
50
Walikota Malang, M Anton di Acara Workshop Ekonomi Kreatif (Foto: Humas Kota Malang)

Nusantara.news, Kota Malang – Di tengah derasnya arus kompetisi global, kesadaran untuk mengembangkan kebudayaan lokal penting dilakukan melalui kerja-kerja kreatif dan inovatif sehingga kesenian lokal tetap update dengan perkembangan zaman. Bahkan mampu merebut perhatian wisatawan global ke Kota Malang.

Untuk itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang dengan melibatkan sejumlah seniman dan pelaku ekonomi kreatif menggelar work shop pengembangan pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal, di Hotel Atria pada Kamis, (8/2) pekan lalu.

Hal itu sebagai upaya menggali beragam potensi tumbuh kembangnya budaya lokal serta ekonomi kreatif masyarakat Kota Malang, serta menampung aspirasi para seniman budaya dan juga pelaku ekonomi kreatif.

Kegiatan pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif ini dihadiri oleh 450 peserta yang terdiri dari komunitas seni budaya, akademisi sanggar padepokan seni, lembaga kebudayaan, ormas Hadrah, komunitas Al-Banjari, pelaku ekonomi kreatif, Malang Creative Fusion, dan komunitas jaranan Kota Malang.

Agenda yang dilaksanakan yakni ada 4 macam, workshop kebudayaan dan pembinaan pelaku ekonomi kreatif, workshop pembinaan dan pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif di bidang kebudayaan dan pariwisata, workshop kebudayaan baik islami dan khas Kota Malang ‘Jaranan dan Topeng Malangan’

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni menjelaskan bahwa semua pelaku ekonomi kreatif dan seniman budaya memberikan masukan ke dinas pariwisata yang nantinya akan menjadi kajian untuk disisipkan di RPJMD berikutnya.

“Semua aspirasi dan ide atau kreatifitas yang diinginkan masyarakat akan kita tampun, dan kemudian bersama-sama bergerak menuju kemajuan dari seni budaya dan ekonomi kreatif di Kota Malang” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Malang, H. Abah Anton. Abah Anton menyampaikan bahwa kegiatan ini perlu dicatat sebagai salah satu agenda untuk diperhatikan agar dapat dikembangkan menjadi lebih baik.

“Prinsipnya kami akan memberikan satu hal tentang apa yang menjadi harapan bagi masyarakat dan kemajuan Kota Malang dari sini, saya berharap ini bisa istiqomah dan bermanfaat kedepannya,” harap Abah Anton.

Kolaborasi Ekosistem Ekraf, Budaya dan Pariwisata

Kolaborasi Ekonomi Kreatif (Ekraf), dengan Kebudayaan dan Pariwisata, merupakan salah satu langkah dan terobosan baru bagi Disbudpar Kota Malang. Hal ini yang kemudian menjadikan beberapa elemen  Budaya dan Parwisata mendorong nilai tambah untuk pembangunan masyarakat da n Kota Malang.

Kabid Pengembangan Produk dan Promosi Pariwisata Disbudpar Kota Malang, Heri Sunarko, menjelaskan beberapa gabungan elemen tersebut dihadiri 110 pelaku ekraf ini terdiri dari subsetor, yakni animasi, film, seni pertunjukan, kuliner dan fashion.

“Kami kumpulkan sekitar seratus pelaku ekonomi dan budaya  pada agenda ini,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa, pihaknya menyatukan pelaku tersebut untuk mendapat pengetahuan dan pemahaman atas Hak Kekayaa Intelektual. “Mereka ini kami satukan salah satunya mendapatkan sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) langsung dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) pusat,” ujar Heri.

Heri menjelaskan bahwa penting akan pemahaman Hak Kekayaan Intelektual, guna melindungi hak cipta dan kemampuan untuk berfikir atau olah pikir yang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna dan bermanfaat untuk masyarakat. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here