Buntut Bocoran Informasi, Sejumlah Media Dilarang Meliput di Gedung Putih

0
81
Sean Spicer, Sekretaris Pers Gedung Putih dan Donald Trump (Foto:Reuters)

Nusantara.news, Washington – Pemerintahan Trump, seolah tidak mau berhenti melakukan kegaduhan. Sekarang mereka membuat kegadungan dengan pers. Buntut bocoran sejumlah informasi dari Gedung Putih ke media, pihak Gedung Putih melarang sejumlah media di Amerika Serikat untuk meliput di istana kepresidenan Donald Trump itu. Apakah Trump sudah merasa terdesak?

BBC, CNN, New York Times, termasuk media yang dilarang meliput. Sebagaimana diketahui, media-media tersebut adalah yang pertama kali menurunkan laporan mengenai adanya kontak rahasia tim Donald Trump dengan Rusia terkait upaya pemenangan dalam Pemilu Presiden AS.

Sebagaimana dilansir CNN Sabtu (25/2) Sekretaris Pers Gedung Putih Sean Spicer tidak memberikan jawaban jelas mengapa ketiga media dilarang masuk.

Gedung Putih melarang BBC dan sejumlah media internasional terkemuka untuk menghadiri sebuah jumpa pers informal, hal ini memicu protes dari beberapa media yang lalu ikut memboikot acara yang diadakan pihak Gedung Putih itu.

Peristiwa ini terjadi beberapa jam setelah Presiden Donald Trump melontarkan serangan lagi kepada media dalam pidatonya, dengan mengatakan bahwa “berita palsu” adalah “musuh rakyat”.

Trump sebelumnya telah mengecam secara khusus CNN dan New York Times.

Laporan media terbaru yang menuding seorang pejabat kampanye Trump melakukan kontak dengan pejabat intelijen Rusia menjengkelkan sang presiden.

Tak lama setelah pidato Trump, Jumat kemarin, sejumlah organisasi media diundang ke kantor Sekretaris Pers Sean Spicer untuk suatu acara pers tak resmi, atau “kumpul-kumpul”.

BBC, CNN, New York Times serta beberapa media lainnya tidak diperbolehkan mengikuti arahan pers ini, tanpa diberikan alasan.

Mereka yang diizinkan masuk ke dalam ruang antara lain ABC, Fox News, Breitbart News, Reuters dan Washington Times.

Politico, Buzzfeed dan Daily Mail juga diizinkan mengikuti acara. Sementara CNN adalah satu-satunya jaringan televisi utama AS yang ditolak masuk.

Sejumlah media seperti Associated Press, USA Today dan majalah Time melakukan protes pelarangan terhadap para koleganya dengan tidak bersedia menghadiri acara.

Redaktur Washington Post mengatakan, andai mereka tahu pelarangan itu, wartawan mereka juga akan ikut memboikot.

Sebelumnya, Sean Spicer dan Donald Trump sangat jengkel terkait bocornya permintaan Gedung Putih kepada FBI untuk membantah berita pertemuan seorang pejabat tim kampanye Trump dengan intelijen Rusia.

Kepala biro BBC di Washington, Paul Danahar, mengatakan BBC memiliki perwakilan di setiap acara harian Gedung Putih dan tidak jelas mengapa mereka dilarang ikut dalam sesi Jumat itu.

Redaktur eksekutif New York Times Dean Baquet mengatakan ini pertama kalinya terjadi pengecualian seperti itu terjadi dalam sejarah surat kabar di Amerika.

Sementara itu, CNN bereaksi dengan menyatakan, bahwa hal tersebut merupakan perkembangan yang tak bisa diterima dari Gedung Putih dan Trump. Rupanya, ini cara mereka membalas media ketika melaporkan fakta yang tidak mereka sukai.

“Tapi kami akan tetap melakukan laporan,” kata pihak CNN.

Sikap CNN atas pelarangan liputan media di Gedung Putih

Seorang juru bicara Gedung Putih mengatakan mereka mengundang kelompok yang mencakup semua wartawan di press pool, yang bisa berbagi informasi dengan wartawan lainnya.

“Kami memutuskan untuk menambahkan sejumlah orang di luar pool itu. Tidak lebih dari itu,” Kata Sarah Sanders.

Asosiasi Wartawan Gedung Putih mengatakan mereka ‘memprotes keras’ sikap  Gedung Putih menangani arahan pers yang seperti itu.

Dalam acara yang melarang kehadiran BBC dan wartawan lain itu, Spicer membahas mengenai laporan tentang Kepala Staf Gedung Putih Reince Priebus yang telah meminta FBI untuk secara terbuka membantah laporan media tentang kontak antara tim kampanye Trump dengan pejabat Moskow.

Dia mengatakan, Priebus tak punya banyak pilihan dalam mencari bantuan untuk membantah apa yang dikatakan Spicer sebagai laporan yang tidak akurat. Namun FBI tidak mau mengeluarkan pernyataan yang diminta tersebut, karena dilarang oleh aturan. FBI saat ini tengah menyelidiki dugaan tersebut bersama dengan tim panel Senat AS. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here