Buntut Gaduh Politik Usai Pengadilan: Jokowi – Ahok Pecah Kongsi?

0
1333

NUSANTARA.NEWS, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menolak mengomentari pernyataan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok dan tim pengacara  yang menyulut kegadaduhan baru dua hari terakhir.  Alasan Jokowi karena persoalan itu terjadi di pengadilan. “Kok barangnya dibawa ke saya, ya enggak ada hubungannya,” kata Jokowi menjawab pertanyaan wartawan di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Ada dua pihak yang tersinggung dan bereaksi keras setelah persidangan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok yang digelar Pengadilan Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017).

Pertama kalangan nahdliyin. Kaum sarungan yang berpusat di Jawa Timur ini bereaksi keras karena Ahok yang ingin memperkarakan Ketua MUI Maruf Amin. Nahdliyin juga bereaksi keras atas cecaran tim pengacara soal teleponan Maruf Amin dengan mantan Presiden  Susilo Bambang Yuhoyono (SBY).

Tidak kurang Gus Solah (Adik Gus Dur) kepada Nusantara.news, Rabu (1/2/2017) menyebut Ahok tidak beretika dan tidak tahu batas.

(Baca: https://nusantara.news/gus-solah-ahok-tak-beretika-dan-tidak-tahu-batas/)

Kedua, pihak Partai Demokrat. Kader Partai Demokrat di DPR bahkan ingin melanjutkan persoalan di pengadilan itu melalui mekanisme di DPR. Persisnya Demokrat ingin menggalang hak angket.

Sikap dan pernyataan Ahok dan tim pengacara di pengadilan, berdasarkan informasi yang beredar di media sosial juga memperoleh reaksi dari pendukung Jokowi.

Akun Rumah Jokowi di Twitter  mencuit sejumlah pernyataan yang intinya meninggalkan Ahok. Antara lain tertulis, “Selamat Tinggal Ahok, you are nothing but a looser”.

Cuitan lain, “Mengikuti alur sidang Ahok yang terakhir, kami simpulkan, Ahok sudah tamat, sudah tidak masuk dalam kancah politik Indonesia akibat ulahnya sendiri.”

Apakah keengganan Jokowi memberikan komentar soal kegaduhan yang disulut Ahok dapat dibaca sebagai indikasi bahwa hubungan Jokowi dengan Ahok masuk pada satu fase baru yang berbeda dengan sebelumnya? Konkretnya, Jokowi dan Ahok pecah kongsi atau sebuah siasat meredakan kegaduhan? [] Petrus Barus

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here