Bupati Anas Klarifikasi  Wacana Wisata “Buka-bukaan” Pulau Tabuhan

1
134

Nusantara.news, Banyuwangi – Pada hari Kamis kemarin (23/2/2017) ulama NU di Banyuwangi menyatakan penolakanya terhadap rencana bupati Azwar Anas yang berencana mengubah wisata Tabuhan menjadi kawasan “buka-bukaan” atau berkonsep bebas.

Penolakan rencana tersebut salah satunya disampaikan oleh  KH Ahmad Munib  Syafaat. Menurut Gus Munib, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas perlu melakukan kajian ulang terhadap rencana konsep wisata di Pulau Tabuhan itu. Terlebih selama ini, tokoh masyarakat dan ulama di Banyuwangi, khususnya di Kecamatan Wongsorejo, juga belum pernah dimintai pendapat.

“Seharusnya tokoh masyarakat dan ulama ikut diajak rembug mengenai arah pariwisata Banyuwangi ke depan,” tandas tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi ini.

Berkembangnya opini isu wisata “buka-bukaan” tersebut membuat Bupati Banyuwangi Azwar Anas merasa perlu untuk melakukan klarifikasi. Menurut Anas wisata di Pulau Tabuhan tidak akan dibuat wisata bebas, akan tetapi difokuskan membidik segmen wisatawan mancanegara dan wisatawan pencinta pantai, sekaligus untuk mendukung program pemerintah pusat yang sedang menggenjot pengembangan wisata.

”Saya kaget ketika Pulau Tabuhan di-framing seolah untuk wisata bebas-bebasan. Maksud saya adalah bagaimana kita membikin kluster wisata yang fokus ke segmen turis asing dan pasar wisatawan pencinta pantai. Ini bicara segmentasi saja, bicara strategi pasar,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Jumat (24/2/2017).

Azwar Anas mengungkapkan jika konsep perubahan wisata di Pulau Tabuhan bertujuan untuk melindungi masyarakat khususnya anak-anak. Selama ini, banyak wisatawan yang berjemur dengan memakai busana terbuka di beberapa destinasi wisata yang mudah diakses oleh anak-anak.

”Nah, dengan ini kita khusus minta ke Pulau Tabuhan yang masih harus dicapai dengan menyeberangi lautan. Tapi bukan dalam arti bebas-bebasan, ya sewajarnya saja. Orang main selancar layang ya pakai pakaian olahraga selancar,” ungkap Anas.

Pengembangan potensi wisata di Banyuwangi, lanjut Anas, ditujukan untuk meraup pangsa pasar yang sedang berkembang pesat. Saat ini, pemerintah Banyuwangi berupaya untuk mengembangkan club beach for women. Dalam konsep ini, seluruh pengunjung hingga penyedia layanan wisata seperti petugas kebersihan hingga penjaja makanan akan diisi oleh perempuan.

”Sekali lagi, ini bicara segmentasi, bicara strategi pasar. Kita harus memanfaatkan booming pariwisata yang sedang digenjot pusat dan daerah ini bersama-sama untuk menggerakkan ekonomi masyarakat tanpa tercerabut dari budayanya,” tegas Azwar Anas. []

 

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here